Bupati Karo: Revitalisasi Dermaga Tongging Jadi Fokus Penguatan Akses Wisata Antarwilayah di KSPN Danau Toba

KARODAILY.id, Jakarta – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr.dr.Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes usulkan peningkatan kapasitas dan kualitas Dermaga Tongging agar dapat disandari kapal penyeberangan jenis ferry roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang mampu mengangkut kendaraan wisatawan. Hal ini diyakini akan memicu perkembangan kepariwisataan di kawasan Danau Toba, khususnya Karo.
Usulan itu mengemuka saat gelar audiensi Bupati Karo Antonius Ginting dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (03/03/2026).Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karo didampingi Kepala Bappedalitbang Kabupaten Karo Abel Tarwai Tarigan dan Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Litbang Karo Evan. Turut hadir pula Bupati Kabupaten Samosir Vandiko Timotius Gultom serta pejabat teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Sumatera Utara, khususnya dalam mendukung terwujudnya Danau Toba sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.
Menurut Bupati Antonius Ginting, usulan itu juga disampaikan dalam rangka mendorong percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Kabupaten Karo guna mendukung pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
“Keberadaan layanan ferry tersebut akan menjadi penghubung strategis antarwilayah di sekitar Danau Toba dan memperkuat konektivitas destinasi wisata lintas Kabupaten,”ujar Bupati.
Sebagai landasan pengajuan, Pemerintah Kabupaten Karo memaparkan data pariwisata yang menunjukkan bahwa pada tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karo mencapai sekitar 1,7 juta orang, sementara kunjungan wisatawan ke kawasan Tongging tercatat rata-rata sekitar 200.000 orang per tahun.
Bupati Karo menjelaskan bahwa selama ini wisatawan yang datang ke Tongging umumnya hanya singgah sebentar, kemudian kembali menuju Berastagi atau Medan, karena belum tersedianya layanan kapal ferry yang memungkinkan kendaraan wisatawan menyeberang langsung menuju Samosir.

“Belum adanya akses kapal ferry yang dapat menyeberangkan kendaraan menjadi salah satu kendala utama pergerakan wisatawan. Jika layanan ferry dari Tongging ke Samosir tersedia, maka konektivitas antarwilayah Danau Toba akan semakin kuat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Bupati Karo.
Dukungan terhadap usulan tersebut juga disampaikan oleh Bupati Samosir. Ia menilai, akses langsung kendaraan dari Tongging menuju Samosir akan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan lama tinggal wisatawan (length of stay) di kedua kabupaten, sekaligus mendorong pemerataan kunjungan destinasi wisata di kawasan Danau Toba.
Selain pengembangan dermaga, Bupati Karo juga mengusulkan pengadaan dan penyediaan peralatan uji kendaraan bermotor (uji KIR) yang lebih modern di Kabupaten Karo.
Usulan ini dinilai penting untuk meningkatkan aspek keselamatan transportasi, terutama untuk menjamin kelaikan kendaraan angkutan umum dan angkutan barang di wilayah Karo yang memiliki kontur geografis berbukit serta tingkat risiko keselamatan lalu lintas yang relatif tinggi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwoggandi menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti usulan Pemerintah Kabupaten Karo.
Sebagai langkah awal, Kementerian Perhubungan sebutnya akan menyusun kajian teknis secara komprehensif, menyiapkan Detailed Engineering Design (DED) pengembangan Dermaga Tongging, serta melakukan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia terkait kebutuhan dan alokasi anggaran pembangunan.(karodaily/nanang).









