Bupati Karo Antonius Ginting serahkan secara simbolis 1.2 juta batang benih kopi arabika kepada Poktan di Tiga Panah.(ist)
KARODAILY.id, Tiga Panah – Pemerintah Kabupaten Karo terus memperkuat pembangunan sektor perkebunan melalui pengembangan kawasan kopi Arabika sebagai komoditas unggulan dataran tinggi. Upaya tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis 1,2 juta batang benih kopi Arabika oleh Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., kepada 259 kelompok tani di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Senin (03/08/2026).
Program yang merupakan dukungan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI ini menargetkan perluasan areal tanam kopi Arabika seluas 1.200 hektare di 15 kecamatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi kopi nasional melalui pengembangan kawasan berbasis agroekologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kabupaten Karo.
Sebanyak 259 kelompok tani yang telah lolos verifikasi akan menerima bantuan benih unggul untuk dikembangkan pada lahan-lahan potensial. Selain penyediaan benih, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pertanian juga akan melakukan pendampingan teknis mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) guna memastikan tingkat keberhasilan tanam yang tinggi.
Dalam sambutannya, Bupati Antonius Ginting menegaskan bahwa kopi Arabika merupakan salah satu komoditas strategis Kabupaten Karo yang memiliki cita rasa khas, kualitas premium, dan daya saing kuat di pasar nasional maupun internasional.
“Melalui penyaluran 1,2 juta benih ini, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk kesejahteraan petani dan kemajuan ekonomi Kabupaten Karo ke depan,” ujarnya.
Menurut Bupati, pengembangan kopi Arabika harus dilakukan secara terintegrasi dari aspek budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, pengolahan hingga pemasaran sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi petani.
Dengan adanya program perluasan kawasan seluas 1.200 hektare, Pemerintah Kabupaten Karo berharap produksi kopi meningkat secara berkelanjutan, memperkuat posisi Karo sebagai sentra kopi Arabika nasional, sekaligus mendorong hilirisasi dan peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan agribisnis yang berdaya saing.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Kepala Dinas Pertanian Michael Purba, Camat Tigapanah Bartholemous Barus, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo.
Potensi Agronomis Kopi Arabika Karo
Bupati Karo dan Wakil Bupati Karo bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.(ist)
Sebagaimana dilansir Karosatuklik.com Kabupaten Karo memiliki kondisi agroklimat yang sangat mendukung pengembangan kopi Arabika. Sebagian besar areal perkebunan berada pada ketinggian sekitar 500–2.000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara relatif sejuk, curah hujan yang cukup, serta tanah vulkanik yang kaya unsur hara.
Kombinasi faktor lingkungan tersebut menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal sekaligus membentuk karakter cita rasa Kopi Arabika Karo yang khas, memiliki aroma kuat, tingkat keasaman seimbang, body yang baik, dan kompleksitas rasa yang menjadi keunggulan di pasar kopi spesialti.
Secara global, kopi Arabika menguasai sekitar 70 persen perdagangan kopi dunia karena dikenal memiliki mutu seduhan yang lebih tinggi dibandingkan kopi robusta. Nilai jualnya yang relatif lebih tinggi menjadikan komoditas ini sebagai salah satu sumber peningkatan pendapatan petani di daerah sentra produksi.
Kopi Arabika telah dibudidayakan masyarakat Karo sejak awal 1900-an dan hingga kini menjadi salah satu komoditas perkebunan andalan. (karodaily/nanang)