Friday, 18 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

AQUA Berastagi Luncurkan OTA Qena, 15 Anak di Karo Dapat Dukungan Gizi untuk Cegah Stunting

Penyerahan timbangan untuk posyandu dari CSR PT. TSI.(ist)

KARODAILY.id, Berastagi — Upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha. PT Tirta Sibayakindo (AQUA) Berastagi meluncurkan program Orang Tua Asuh AQUA Reh Jilena (OTA Qena) di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kamis (17/09/2026).

Melalui program tersebut, sebanyak 15 anak atau 15 keluarga penerima manfaat mendapatkan dukungan kebutuhan gizi berupa bantuan makanan, di antaranya beras dan telur.

Program ini menjadi bagian dari upaya melibatkan dunia usaha dalam mendukung keluarga dan anak yang membutuhkan perhatian, sekaligus memperkuat intervensi dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Karo.

Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Roswitha Antonius Ginting, yang diwakili Staff Ahli TP PKK Kabupaten Karo Ny. Dahlia Komando Tarigan, mengatakan penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui pemenuhan kebutuhan gizi, pola asuh yang baik, pemantauan tumbuh kembang anak serta pemanfaatan layanan kesehatan seperti Posyandu.

“Stunting tidak dapat diselesaikan hanya dengan program pemerintah, namun harus dicegah dan ditangani mulai dari rumah, keluarga dan kebiasaan sehari-hari,” demikian disampaikan dalam sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Karo.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap PT Tirta Sibayakindo yang mengambil bagian sebagai orang tua asuh bagi anak-anak di Desa Doulu.

Keterlibatan dunia usaha, kata dia, diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat menjadi dukungan berkelanjutan terhadap tumbuh kembang anak dan penguatan keluarga.

Bupati Karo: Stunting menyangkut masa depan generasi

Penyerahan dukungan kepada penerima manfaat program OTA Qena.(ist)

Sementara itu, sambutan Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Karo Mulianta Tarigan, S.Sos.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan percepatan penurunan stunting masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.

Ia menilai stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga menyangkut tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

“Stunting bukan sekadar statistik, melainkan cerminan masa depan generasi penerus bangsa,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati Karo.

Antonius juga menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah, keluarga, masyarakat dan dunia usaha. Pemerintah, menurutnya, tidak dapat berjalan sendiri dalam menangani persoalan stunting.

Karena itu, Bupati menyambut baik keputusan PT Tirta Sibayakindo (AQUA) Berastagi untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan.

“Untuk itu, saya berterima kasih atas kehadiran PT Tirta Sibayak Indo (AQUA) Berastagi yang menyatakan siap menjadi orang tua asuh bagi anak stunting,” kata Antonius dalam sambutannya.

Selain dukungan kebutuhan gizi, Bupati juga berharap keterlibatan dunia usaha ke depan dapat diperluas untuk mendukung perkembangan anak dan remaja.

Dukungan tersebut antara lain dapat berupa fasilitas belajar, komputer dan akses pembelajaran digital, perlengkapan PIK-R dan GenRe, sarana olahraga, perpustakaan mini hingga fasilitas pengembangan keterampilan.

Menurut Antonius, dukungan terhadap anak sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Karo.

Pemkab Karo fasilitasi kolaborasi

Launching program OTA Qena di Desa Doulu Berastagi dalam upaya penurunan stunting.(ist)

Program OTA Qena di Desa Doulu tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten Karo dalam membangun koordinasi dengan dunia usaha.

DP3AP2KB Kabupaten Karo menyebut pemerintah daerah telah mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan manusia, termasuk melalui upaya percepatan penurunan stunting.

Dalam pelaksanaannya, DP3AP2KB berperan memfasilitasi koordinasi, mendukung penyiapan data sasaran serta menghubungkan pihak perusahaan dengan pemerintah kecamatan, desa dan unsur terkait lainnya.

Koordinasi dengan dunia usaha tersebut telah didorong sejak pertengahan 2025 melalui pertemuan dengan para pengusaha di Kabupaten Karo.

Dari komunikasi dan koordinasi tersebut, keterlibatan PT Tirta Sibayakindo kemudian berkembang hingga diwujudkan melalui Program Orang Tua Asuh AQUA Reh Jilena.

“Bantuan ini bukan hanya tentang beras dan telur. Di balik satu karung beras, ada harapan agar seorang anak dapat tumbuh sehat. Di balik telur yang diberikan, ada kepedulian agar kebutuhan gizinya terpenuhi,” demikian disampaikan dalam laporan pelaksanaan program.

AQUA: Bangga bisa berpartisipasi

PT TSI serahkan cendremata kepada Pemkab Karo.(ist)

Dari pihak PT Tirta Sibayakindo, Johnson Pasaribu menyampaikan rasa bangga karena perusahaan dapat berpartisipasi dalam mendukung program penanganan stunting di Kabupaten Karo.

“Kami sangat berbangga hati bisa dapat berpartisipasi dalam mendukung program penanganan stunting di Kabupaten Karo,” ujar Johnson.

Keterlibatan perusahaan melalui OTA Qena diharapkan menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan anak dan keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo juga memberikan bantuan Alat Peraga Edukasi (APE) berupa alat gelantungan dan memanjat untuk mendukung tumbuh kembang anak di Desa Doulu.

Launching program turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Karo Mulianta Tarigan, S.Sos., jajaran kepala OPD terkait, Camat Berastagi Ijin Gurusinga, SP., Kepala Puskesmas Berastagi, penyuluh KB, bidan, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader Posyandu dan PKK serta keluarga penerima manfaat OTA Qena.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Karo berharap keterlibatan dunia usaha dalam percepatan penurunan stunting dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga di wilayah Kabupaten Karo.

Upaya itu diarahkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga memastikan tumbuh kembang, kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Karo mendapat perhatian sejak dini.(karodaily/nanang)

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.