Koordinasi Pemkab Karo melalui BPBD Karo ke Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.(ist)
KARODAILY.id, Kabanjahe – Aktivitas kegempaan Gunung Sinabung yang sempat meningkat dalam beberapa hari terakhir kini menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan tetap mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan karena status Gunung Sinabung masih berada pada Level II (Waspada).
Kondisi tersebut diketahui setelah BPBD Kabupaten Karo berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Selasa (04/08/2026). Koordinasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung yang sebelumnya disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Tampak Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Karo Junaidi Sembiring memimpin langkah mitigasi awal ke PGA Sinabung.
Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Sinabung sempat meningkat cukup signifikan pada periode 28 Juli hingga 2 Agustus 2026. Namun, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, intensitas kegempaan mulai menurun sejak 3 Agustus dan berlanjut hingga 4 Agustus 2026.
“Sejak tanggal 3 Agustus hingga hari ini, 4 Agustus 2026, Gunung Sinabung sudah mengalami penurunan intensitas kegempaan. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi situasi ini,” ujar Armen Putra.
Meski aktivitas kegempaan menurun, BPBD Kabupaten Karo menegaskan kondisi tersebut bukan berarti potensi bahaya telah berakhir. Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan rekomendasi yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Warga, wisatawan, maupun pendaki diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral 3,5 kilometer di sektor selatan–timur. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi aliran lahar saat musim hujan, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung, khususnya sektor barat daya.
Gunung Api Sinabung.(int/ist)
Sebelumnya, melalui Laporan Khusus Nomor 1321.LAP/GL.03/BGL/2026 tertanggal 1 Agustus 2026, PVMBG melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang ditandai dengan meningkatnya jumlah Gempa Vulkanik Dalam, serta kemunculan Gempa Hembusan, Gempa Low Frequency, dan Gempa Hybrid yang sebelumnya jarang terekam.
Pengamatan visual juga menunjukkan hembusan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi kolom asap berkisar 50–600 meter di atas kubah lava. PVMBG menilai peningkatan aktivitas tersebut berpotensi memicu erupsi freatik maupun erupsi magmatik serta pembongkaran kubah lava apabila tekanan dalam sistem magmatik meningkat secara signifikan.
Meski demikian, hingga saat ini status aktivitas Gunung Sinabung masih tetap berada pada Level II (Waspada), sebagaimana telah ditetapkan sejak 17 Mei 2023. BPBD Kabupaten Karo memastikan akan terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung serta menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.(karodaily/nanang).