Friday, 14 August 2026
kontak@karodaily.id
Breaking NewsFokus

Ratusan Pelajar SMAN 1 Berastagi dan YP. Bersama Tumbang Usai Santap MBG, Suasana Sekolah Mendadak Panik

Para siswa SMAN I Berastagi bahu membahu mengevakuasi teman – temannya pasca kejadian keracunan usai menyantap MBG.(fb/endrolewa)

KARODAILY.id, Berastagi – Suasana di sejumlah sekolah di Berastagi, Kabupaten Karo, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis (13/8/2026). Sekurangnya 255 pelajar dari SMAN 1 Berastagi dan SMA/SMK Perguruan Bersama Berastagi mengalami keluhan gatal-gatal, sesak napas hingga lemas setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jumlah korban yang terus bertambah dalam waktu singkat membuat para pelajar harus dievakuasi dan menjalani perawatan di tiga rumah sakit sekaligus, yakni RS Amanda Berastagi, RS Efarina Etaham, dan RSUD Kabupaten Karo di Kabanjahe.

Kepanikan pecah ketika satu per satu pelajar mulai mengalami gejala setelah menyantap makanan MBG. Seorang pelajar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kejadian tersebut berlangsung dalam dua fase.

Gejala pertama dirasakan tak lama setelah makanan disantap. Para pelajar mengeluhkan rasa gatal dari bagian dalam tubuh, pembengkakan pada bagian dalam bibir, demam hingga beberapa di antaranya dilaporkan langsung pingsan.

Sementara fase kedua terjadi secara perlahan. Pelajar yang sebelumnya merasa baik-baik saja mulai mengalami gejala serupa beberapa waktu kemudian.

Kondisi tersebut sontak membuat suasana sekolah berubah drastis. Tangisan dan kepanikan terdengar di tengah para siswa ketika melihat teman-temannya satu per satu harus mendapatkan pertolongan.

Pelajar SMAN I Berastagi yang terkena dampak setelah menyantap MBG dibawa dengan menggunakan ambulance ke RS terdekat.(fb/endrolewa)

Yang menjadi perhatian, sejumlah tenaga pendidik yang diketahui turut menyantap makanan yang sama dilaporkan tidak mengalami keluhan seperti yang dialami para siswa.

Kepanikan semakin meningkat ketika ambulans mulai berdatangan ke lingkungan sekolah. Namun, jumlah pelajar yang membutuhkan pertolongan terus bertambah hingga armada ambulans yang dikerahkan Pemerintah Kabupaten Karo kewalahan menghadapi jumlah korban yang dalam hitungan jam mencapai ratusan orang.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat bersama personel TNI dan Polri turut bergerak membantu proses evakuasi. Para pelajar awalnya dibawa ke Puskesmas Berastagi sebelum kemudian dirujuk ke RS Amanda, RS Efarina Etaham dan RSUD Kabupaten Karo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala SMAN 1 Berastagi, Normawati Martiana Ginting, S.Pd., mengaku tidak pernah menduga kondisi tersebut akan terjadi.

“Tidak pernah kami duga sebelumnya bakal seperti ini. Tadi masih biasa-biasa saja, kemudian tiba-tiba secara beruntun siswa dan siswinya harus dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya dengan wajah panik dan berkaca-kaca.

Kabar mengenai banyaknya pelajar yang dilarikan ke rumah sakit kemudian menyebar cepat melalui media sosial. Para orang tua siswa berdatangan ke SMAN 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama untuk mencari informasi sekaligus memastikan kondisi anak mereka.

Mitigasi sederhana para pelajar di SMA Negeri I Berastagi pasca kejadian akibat santapan MBG di sekolah mereka.(ist)/fb/endrolewa)

Lonjakan kedatangan orang tua, masyarakat, ambulans dan kendaraan yang membantu evakuasi bahkan menyebabkan kemacetan panjang di sepanjang Jalan Djamin Ginting, mulai dari kawasan Kota Berastagi hingga menuju RS Amanda Berastagi.

Di SMAN 1 Berastagi, sejumlah unsur Forkopimda dan aparat keamanan tampak turun langsung mengendalikan situasi. Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Pandjaitan, Sekdakab Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, Kapolsek Berastagi AKP Dedi Ginting, Danramil 03 Berastagi Mayor Inf Vincent Bangun bersama jajaran berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung.

Sementara itu, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P., dan Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho langsung mendatangi RS Efarina Etaham Berastagi.

Bupati Karo bahkan turun langsung membantu menangani sejumlah pelajar yang telah dilarikan ke rumah sakit tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya 255 pelajar tercatat terdampak dan masih menjalani penanganan medis. Penyebab pasti munculnya keluhan yang dialami para pelajar tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.