
KARODAILY.id, Berastagi – Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat menangani ratusan pelajar yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Berastagi dan SMA/SMK Perguruan Bersama Berastagi, Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan data sementara terbaru, jumlah pelajar yang mendapatkan perawatan medis mencapai 289 orang. Para pelajar tersebut kini ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo.
Adapun rincian penanganan korban yakni 157 orang di RS Amanda, terdiri dari 137 orang menjalani rawat inap dan 20 orang rawat jalan. Selanjutnya 90 orang dirawat di RS Efarina Etaham, 35 orang di RSUD Kabanjahe, empat orang di RS Mina, serta tiga orang di Puskesmas Berastagi.
Sebelumnya, sedikitnya 255 pelajar dilaporkan mengalami berbagai keluhan seperti gatal-gatal, sesak napas, lemas, pembengkakan pada bagian dalam bibir, demam hingga beberapa siswa dilaporkan sempat pingsan setelah menyantap makanan MBG.

Mengetahui kondisi tersebut, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Karo turun langsung meninjau kondisi para pelajar yang sedang mendapatkan perawatan.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) RI bersama perwakilan Koordinator Regional Provinsi Sumatera Utara dan Koordinator Wilayah Karo, Kepala Cabang IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, pihak sekolah dan Yayasan Bersama Berastagi, Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Pandjaitan, serta Wakil Ketua DPRD Karo Imanuel Sembiring.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pelajar mendapatkan pelayanan medis secara cepat, tepat dan maksimal. Bupati Karo yang juga berlatar belakang dokter spesialis ikut memantau kondisi kesehatan para siswa yang menjalani perawatan.
“Pemerintah Kabupaten Karo bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesembuhan anak-anak kita. Kami pastikan perawatan medis berjalan maksimal,” tegas Antonius Ginting.

Bupati juga memastikan Pemkab Karo akan memfasilitasi kepulangan para pelajar yang telah dinyatakan sehat oleh tim dokter.
“Jika ada siswa yang kondisinya sudah membaik dan dinyatakan sehat oleh tim dokter, proses kepulangannya akan difasilitasi langsung oleh Pemkab Karo hingga sampai ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, proses penanganan dan investigasi terhadap kejadian tersebut terus dilakukan oleh pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan yang dialami para pelajar.
Pemkab Karo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan proses penanganan medis serta investigasi kepada pihak yang berwenang.
Pemerintah Kabupaten Karo juga menyatakan akan terus memperbarui perkembangan kondisi para pelajar secara transparan kepada masyarakat.
Hingga informasi ini disampaikan, jumlah sementara korban yang mendapatkan perawatan tercatat 289 orang dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk.(karodaily/nanang).








