Banjir di sejumlah desa dan kecamatan di Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.(ist)
KARODAILY.id, Aceh Tenggara — Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak Minggu (13/9/2026) sore. Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 11 desa yang tersebar di lima kecamatan dilaporkan terdampak banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, mengatakan banjir terjadi setelah debit air sejumlah sungai mengalami peningkatan akibat hujan yang berlangsung sejak sore hari.
“Akibat hujan sejak sore kemarin Minggu (13/9/2026), sampai dengan hari ini 11 desa telah terendam banjir,” kata Bahron dalam laporannya di Banda Aceh, Senin (14/9/2026), sebagaimana dilansir Antara.
Banjir dipicu meluapnya Sungai Lawe Bulan, Sungai Lawe Kisam, dan Sungai Lawe Kinga. Tingginya debit air membuat sungai tidak mampu menampung aliran air hujan sehingga meluber ke kawasan permukiman warga.
Air mulai memasuki permukiman pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB. Kondisi banjir diperparah dengan terbawanya material berupa kayu, batu, dan lumpur dari aliran sungai.
“Banjir bandang membawa material kayu dan batu. Air dan lumpur masuk dan menggenangi rumah warga,” ujar Bahron.
Banjir juga menyebabkan kerusakan pada dua unit jembatan bailey yang menjadi akses penghubung antarkecamatan. Selain itu, sejumlah tanggul di sepanjang Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, dan Lawe Kinga dilaporkan jebol.
Menurut Bahron, lokasi jembatan tersebut sebelumnya telah ditinjau oleh Kementerian Pekerjaan Umum saat melakukan kunjungan ke Aceh Tenggara.
Adapun 11 desa yang terdampak tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Babussalam, banjir melanda Desa Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya, dan Kutacane Lama.
Selanjutnya, Desa Pulonas Baru dan Lawe Durung di Kecamatan Lawe Bulan. Kemudian Desa Pancar Iman dan Kuning I di Kecamatan Bambel.
Banjir juga melanda Desa Peseluk Pesimbe di Kecamatan Deleng Pokhkisen serta Desa Kuta Lesung di Kecamatan Lawe Sumur.
Hingga laporan tersebut disampaikan, jumlah warga yang terdampak maupun mengungsi masih dalam proses pendataan. Sementara itu, kondisi terakhir menunjukkan debit air mulai berangsur surut.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kajian cepat di sejumlah lokasi terdampak. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga dikerahkan untuk melakukan pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat.
Selain itu, satu unit alat berat berupa ekskavator telah diturunkan untuk mendukung penanganan dampak banjir di lapangan.
Pemerintah dan tim penanggulangan bencana masih melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai, tanggul, jembatan, serta wilayah permukiman untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali terjadi apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.(karodaily).