Tuesday, 15 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Sesuai Arahan Bupati, Dinas PUTR Karo Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Penghujan

Saluran drainase kerap menjadi lokasi pembuangan sampah. Dinas PUTR meminta agar masyarakat dapat mendukung normalisasi dengan tidak membuang sampah ke saluran pembuangan air.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Karo meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang belakangan cenderung hujan. Salah satu perhatian utama diarahkan pada kondisi jalur drainase untuk mengantisipasi potensi genangan air serta gangguan terhadap infrastruktur dan aktivitas masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., agar jajaran terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan cuaca, terutama terhadap fasilitas umum yang berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Karo, Edward P. Sinulingga, ST., mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah jalur drainase, khususnya di lokasi yang dinilai rawan mengalami genangan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Karo, kami meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang cenderung hujan, terutama dengan memperhatikan jalur-jalur drainase,” ujar Edward Sinulingga, Selasa (15/9/2026).

Menurut Edward, drainase yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk memastikan air hujan dapat mengalir lancar sehingga tidak menggenangi badan jalan maupun kawasan permukiman.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Dinas PUTR untuk mengantisipasi persoalan yang dapat muncul saat hujan deras. Saluran yang tersumbat sampah, lumpur, sedimentasi maupun material lainnya berpotensi menghambat aliran air dan menyebabkan genangan.

Sejumlah titik di sepanjang Jalan Jamin Ginting, jalur Berastagi–Kabanjahe, misalnya, masih ditemukan luapan air yang dipengaruhi sedimentasi dan tumpukan sampah pada saluran drainase.

Kondisi tersebut bahkan berulang terjadi meskipun Dinas PUTR secara berkala telah melakukan pembersihan dan penanganan terhadap saluran drainase di sejumlah lokasi.

Karena itu, Edward menegaskan pemantauan dan pembersihan saluran perlu dilakukan secara berkelanjutan. Jika ditemukan titik yang mengalami penyumbatan atau gangguan, penanganan akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Masyarakat diminta ikut menjaga drainase

Tumpukan benda lain seperti bambu ini juga menyebabkan saluran air tersumbat.(ist)

Selain upaya pemerintah, Edward juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk menjaga fungsi drainase. Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam parit dan saluran air.

“Drainase bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kami mengharapkan masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah ke parit,” katanya.

Menurutnya, saluran yang bersih akan membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan ketika hujan deras turun.

Edward menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan tidak hanya dilakukan setelah genangan terjadi, tetapi harus dimulai melalui pemantauan dan langkah pencegahan sejak dini.

Dengan meningkatnya kewaspadaan tersebut, Dinas PUTR Karo memastikan kondisi infrastruktur, khususnya jalur drainase, terus mendapat perhatian. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan dampak cuaca terhadap fasilitas publik serta menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.(karodaily/nanang)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.