Tuesday, 15 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusSumatera Utara

Puluhan Siswa MTsN 2 Asahan Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat di RSUD Kisaran

Sejumlah siswa MTsN 2 Kisaran menjalani perawatan inap di RSUD Kisaran setelah diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap MBG di sekolah.(ist)

KARODAILY.id, Kisaran — Sebanyak 30 siswa MTsN 2 Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).

Dari puluhan siswa yang mengalami keluhan, sebanyak 13 orang harus menjalani perawatan dan observasi medis di RSUD Kisaran. Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari sakit perut, mual, muntah hingga pusing.

Peristiwa tersebut bermula setelah pihak sekolah membagikan makanan MBG kepada para siswa sekitar pukul 11.30 WIB. Sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 12.00 WIB, para siswa mulai menyantap menu yang telah dibagikan.

Namun, sekitar satu jam setelah makan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan berupa sakit perut, mual dan muntah kemudian muncul secara bersamaan pada sejumlah siswa.

Pihak sekolah selanjutnya memberikan penanganan awal melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Karena kondisi sejumlah siswa membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan, termasuk RS Bukit Barisan Kisaran dan rumah sakit terdekat.

Sebanyak 13 siswa akhirnya dibawa ke RSUD Kisaran untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

Operator MTsN 2 Kisaran, Rahmad Setiadi, yang turut memantau para siswa di RSUD Kisaran, mengatakan pihak sekolah menerima laporan keluhan dari sekitar 30 siswa setelah mereka mengonsumsi makanan MBG.

“Sekitar 30 siswa yang diduga mengalami keracunan,” ujar Rahmad sebagaimana dilansir Waspada.id, Senin (14/9/2026).

Menurut Rahmad, menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut terdiri dari rendang ayam, tempe, acar timun dan wortel, serta buah semangka.

“Menu makanan ada rendang ayam, tempe, acar timun dan wortel, serta semangka,” jelasnya.

Program MBG sendiri telah diterima oleh sekitar 800 siswa MTsN 2 Asahan selama kurang lebih satu tahun. Rahmad menyebut kejadian siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG seperti ini baru pertama kali terjadi di sekolah tersebut.

Terkait pihak yang menyediakan makanan, Rahmad menyebut makanan tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan Polres Asahan.

“Kalau tidak salah, dari SPPG Polres Asahan,” katanya.

13 siswa jalani observasi

Siswa MTsN 2 Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).(ist)

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Kisaran, dr. Eka Wilda Sari, membenarkan adanya 13 siswa MTsN 2 Asahan yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Menurut Eka, para siswa datang dengan sejumlah keluhan kesehatan yang muncul setelah mengonsumsi makanan.

“Keluhannya sakit perut, mual, muntah, dan pusing,” ujar Eka.

Meski terdapat dugaan keterkaitan antara keluhan kesehatan dengan makanan yang dikonsumsi, pihak rumah sakit belum menyimpulkan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.

Eka menegaskan, para pasien masih menjalani pemeriksaan dan observasi medis untuk mengetahui penyebab pasti dari keluhan yang mereka alami.

“Kami belum bisa menyimpulkan terlalu dini karena para pasien masih dalam perawatan medis dan observasi untuk mengetahui dengan jelas penyakit yang diderita,” jelasnya.

Berdasarkan hasil wawancara awal dengan para siswa dan pihak sekolah, keluhan kesehatan tersebut diketahui muncul setelah para siswa menyantap makanan MBG.

Atas kondisi tersebut, 13 siswa diputuskan menjalani rawat inap agar dapat dipantau secara intensif oleh tim medis.

“13 siswa ini akan dirawat inap untuk dilakukan observasi sehingga jelas penyebab sakit pasien,” kata Eka.

Hingga terakhir, kondisi seluruh siswa yang menjalani perawatan di RSUD Kisaran disebut dalam keadaan baik. Kendati demikian, pihak rumah sakit tetap melakukan observasi untuk memantau perkembangan kondisi mereka sekaligus memastikan penyebab keluhan yang dialami.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan puluhan siswa yang mengalami keluhan kesehatan dalam waktu relatif berdekatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut benar berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor medis lainnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kondisi yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan observasi medis serta penelusuran dari pihak terkait.(karodaily).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.