Tuesday, 15 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusPeristiwa

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Karo, 27 Siswa SMK Negeri 1 Merdeka  Dirawat di RS Amanda

Siswa SMK Negeri 1 Merdeka yang sedang dirawat di RS Amanda Berastagi.(ist/scfb)

KARODAILY.id, Berastagi – Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kali ini, puluhan siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kecamatan Merdeka, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG, Senin (14/9/2026).

Sedikitnya 31 siswa mendapat penanganan medis, dengan 27 orang di antaranya harus menjalani rawat inap di RS Amanda, Kecamatan Berastagi. Sementara empat siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Penanggung Jawab RSU Amanda, dr. David Leo Ginting, Sp.OG, membenarkan adanya puluhan siswa SMK Negeri 1 Merdeka yang mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.

“Ia ada 20 an ya baru masuk tadi malam (sekitar 20-an murid dari SMK Negeri 1 Merdeka),” ujarnya menjawab pertanyaan terkait perawatan siswa asal SMK Negwri I Merdeka yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Penanggung Jawab (PIC) sekolah, Tangsi Bangun, melaporkan kepada Ahli Gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Merdeka Cinta Rakyat bahwa menu ikan nila sambal ijo yang dibagikan kepada siswa berbau dan terasa asam serta dinilai tidak layak dikonsumsi.

Pihak SPPG kemudian mendatangi sekolah untuk melakukan pengecekan. Setelah mencicipi makanan tersebut, pihak SPPG membenarkan adanya penurunan kualitas pada makanan.

Sebagai langkah awal, seluruh ompreng makanan yang telah maupun belum disantap siswa langsung ditarik dari sekolah.

Namun, sekitar 10 menit setelah pihak SPPG kembali ke dapur pusat, laporan mengenai siswa yang mulai mengalami gangguan kesehatan diterima.

Sekitar pukul 12.29 WIB, Ahli Gizi SPPG kembali mendapat laporan dari pihak sekolah bahwa sejumlah siswa mengalami kebas pada mulut serta gatal-gatal pada tangan dan kaki.

SMK Negeri 1 Merdeka, Karo.(ist)

Keluhan kemudian berkembang pada sejumlah siswa lainnya. Sekitar pukul 13.50 WIB, sebanyak 10 siswa yang mengalami gejala dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Semangat, Simpang Guru Singa, Kecamatan Merdeka.

Karena keterbatasan tenaga medis dan obat-obatan di Pustu, para siswa kemudian dievakuasi ke RS Amanda sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan kendaraan pribadi milik Kepala SPPG Karo Merdeka Cinta Rakyat.

Berdasarkan laporan sementara, total 31 siswa mendapat penanganan medis. Sebanyak 27 siswa masih menjalani rawat inap di RS Amanda, sedangkan empat lainnya telah diperbolehkan pulang.

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, muntah, nyeri perut, sesak napas, gatal-gatal di seluruh tubuh, hingga badan terasa lemas dan tidak bertenaga.

Pada Senin tersebut, sebanyak 1.067 porsi MBG disalurkan SPPG Karo Merdeka Cinta Rakyat kepada penerima manfaat. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, ikan nila sambal ijo, tempe krispi, tumis pedas pepaya muda dan buah salak.

Menu ikan nila sambal ijo menjadi perhatian setelah pihak sekolah melaporkan adanya bau dan rasa asam. Namun, dugaan bahwa makanan tersebut menjadi penyebab gangguan kesehatan siswa masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan uji laboratorium.

Kejadian ini kembali menjadi perhatian karena sebelumnya dugaan keracunan MBG juga terjadi di wilayah Berastagi, Kabupaten Karo, pada Agustus 2026 dan berdampak terhadap ratusan siswa. Kasus tersebut bahkan telah ditangani aparat kepolisian dan memasuki tahap penyidikan.

Hingga berita ini diturunkan, para siswa yang menjalani rawat inap masih mendapatkan penanganan medis di RS Amanda(karodaily/ nanang)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.