Monday, 26 October 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Bupati Karo Hadiri Apel Operasi Patuh Toba 2026, Polres Karo Sasar Tujuh Pelanggaran Prioritas

Bupati Karo dan Kapolres Karo serta Forkopimda Kar melaksanakan pembagian stiker Operasi Patuh Toba 2026 kepada pengendara di sekitar Mapolres Karo.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mapolres Karo,Kabanjahe Senin (26/10/2026) pagi. Operasi kepolisian ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Apel yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., serta diikuti personel TNI-Polri dan unsur Pemerintah Kabupaten Karo. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, serta memperkuat sinergi lintas instansi dalam menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.

Turut hadir Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P., Wakapolres Tanah Karo Kompol Jhoni Sitompul, S.H., para pejabat utama Polres Karo, perwakilan Batalyon 125/SMB Letda Inf. Zunaidi, perwakilan Jasa Raharja, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo Frolin Aleksander Perangin-Angin, S.H., M.Si., Kepala Satpol PP Karo Jon Karnanta Sembiring, S.T., M.Si., Kepala Bapenda Karo Petrus Ginting, S.Sos., serta para kapolsek jajaran Polres Karo dan undangan lainnya.

Operasi Patuh Toba 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.” Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, yang disertai penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Berdasarkan amanat Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., yang dibacakan Kapolres Karo, terdapat tujuh pelanggaran prioritas yang menjadi perhatian selama operasi berlangsung.

Ketujuh pelanggaran tersebut meliputi penggunaan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor, tidak menggunakan helm berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sabuk keselamatan, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, serta melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.

Pelanggaran tersebut menjadi sasaran perhatian karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Dalam amanat tersebut, personel juga diingatkan untuk mengutamakan edukasi kepada masyarakat, menjalankan tugas secara profesional, serta mengoptimalkan penggunaan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam penegakan hukum.

Bupati Karo dan unsur Forkopimda Karo serta jajaran terkait usai gelar Apel Ops Patuh Toba 2026 di Mapolres Karo.(ist)

Selain itu, patroli di titik-titik rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas perlu ditingkatkan. Seluruh personel juga diminta menjaga integritas, menghindari praktik pungutan liar, tidak bersikap arogan, serta memperkuat koordinasi dengan TNI dan pemangku kepentingan terkait.

“Layanilah masyarakat dengan sepenuh hati dan jangan ragu untuk menindak para pelanggar lalu lintas,” demikian penekanan dalam amanat pimpinan apel.

Keberhasilan Operasi Patuh Toba 2026 tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan serta menurunnya angka kecelakaan dan korban meninggal dunia.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama. Pada pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025, tercatat 133 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan, serta kerugian materiil.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik aparat penegak hukum, pemerintah, maupun masyarakat sebagai pengguna jalan.

Usai pelaksanaan apel, jajaran Polres Karo bersama Bupati dan Wakil Bupati Karo melaksanakan pembagian stiker Operasi Patuh Toba 2026 kepada pengendara di sekitar Mapolres Karo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sosialisasi untuk mengajak masyarakat lebih disiplin dan memahami pentingnya keselamatan saat berkendara.

Melalui operasi yang berlangsung selama 14 hari mulai 26 Oktober hingga 18 November 2026 tersebut, Polres Karo bersama Pemerintah Kabupaten Karo dan unsur terkait mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi.

Kepatuhan menggunakan helm berstandar SNI, mengenakan sabuk keselamatan, mematuhi rambu-rambu, menjaga kecepatan, serta menghindari perilaku berbahaya saat berkendara diharapkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan, termasuk setelah operasi berakhir.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Karo.(karodaily/nanang).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.