
KARODAILY.id, Medan – Pemerintah Kabupaten Karo terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., saat menghadiri Panggung Budaya Karo dalam rangka Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 di Medan, Kamis (16/07/2026).

Panggung Budaya Karo menjadi salah satu agenda penting dalam pelaksanaan PRSU 2026 yang menampilkan beragam kesenian tradisional, adat istiadat, tarian, musik, hingga kekayaan budaya masyarakat Karo. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi potensi pariwisata, hasil pertanian unggulan, serta kekayaan budaya Kabupaten Karo kepada masyarakat Sumatera Utara maupun para pengunjung dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Antonius Ginting menegaskan bahwa Panggung Budaya Karo bukan sekadar panggung hiburan atau pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat Karo dari berbagai wilayah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya leluhur.
“Panggung Budaya Karo bukan hanya sebuah pertunjukan seni. Kegiatan ini adalah ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat Karo dari berbagai daerah untuk mempererat persaudaraan, memperkuat rasa memiliki, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya kita,” ujar Bupati.
Ia mengatakan, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak boleh menjadi alasan masyarakat meninggalkan budaya yang telah diwariskan para leluhur. Sebaliknya, budaya harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter masyarakat dan arah pembangunan daerah.
“Berkembangnya zaman tidak boleh membuat kita melupakan akar budaya. Justru budaya harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan. Bahasa, adat istiadat, seni, kuliner, hingga nilai-nilai gotong royong merupakan identitas yang wajib kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” tegasnya.
Menurut Bupati, Kabupaten Karo memiliki kekayaan budaya yang sangat besar dan menjadi modal penting dalam memperkuat daya saing daerah. Pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada penguatan identitas masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ia menilai bahwa budaya dan pariwisata merupakan dua sektor yang saling mendukung. Ketika budaya tetap hidup dan lestari, maka daya tarik wisata Kabupaten Karo juga akan semakin meningkat.
“Budaya Karo memiliki nilai strategis dalam pembangunan daerah. Pelestarian budaya bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi kekuatan untuk mengembangkan pariwisata, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karo,” katanya.
Bupati Antonius Ginting juga menyoroti besarnya potensi Kabupaten Karo yang dikenal memiliki panorama alam yang indah, udara sejuk, tanah yang subur, serta masyarakat yang ramah. Menurutnya, seluruh potensi tersebut akan memiliki nilai tambah apabila dipadukan dengan pelestarian budaya yang dilakukan secara konsisten.

Melalui momentum Pekan Raya Sumatera Utara 2026, Pemerintah Kabupaten Karo mengajak seluruh masyarakat dan pengunjung untuk datang mengenal lebih dekat Kabupaten Karo, menikmati destinasi wisatanya, mencicipi hasil pertanian unggulan, serta menyaksikan langsung kekayaan seni dan budaya masyarakat Karo.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang ke Kabupaten Karo. Nikmati keindahan alamnya, rasakan keramahan masyarakatnya, cicipi hasil pertaniannya, dan kenali budaya Karo yang kaya akan nilai, sejarah, serta kearifan lokal,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia berharap kaum muda menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki rasa bangga terhadap budaya sendiri, aktif mempelajari bahasa daerah, seni tradisional, adat istiadat, serta terus melestarikannya agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Saya mengajak seluruh generasi muda untuk bangga menjadi bagian dari budaya Karo. Pelajari, cintai, dan lestarikan warisan budaya kita agar tetap hidup dari generasi ke generasi. Masa depan boleh modern, tetapi jati diri harus tetap berakar pada budaya,” pesannya.
Di penghujung sambutannya, Bupati Antonius Ginting menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, seniman, budayawan, pelaku seni, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Panggung Budaya Karo dalam ajang PRSU 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu mempererat persaudaraan masyarakat Karo sekaligus memperkenalkan budaya daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Semoga Panggung Budaya Karo semakin mempererat persaudaraan, memperkuat semangat pelestarian budaya, serta menjadikan Kabupaten Karo semakin maju, berbudaya, dan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Bupati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP,Ketua Komite II DPD RI Dr. Badikenita Putri Br. Sitepu, SE, SH, M.Si., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Salmon Sumihar Sagala, Ketua DPRD Karo, Iriani Tarigan, Kapolres Karo AKBP Febriandi Haloho, Kajari Karo, Edmond Noveret Purba, Dandim 0205 TK, Letkol Inf Robert Pandjaitan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Karo, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, serta tamu undangan lainnya.(karodaily/rill).







