Friday, 9 October 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Jelajah Wisata Budaya Ke-4 Singgah di Desa Dokan, 143 Peserta Diajak Menyelami Kehidupan Budaya Karo

Wakil Bupati Karo ajak Peserta JWB ke – 4 jelajahi kehidupan masyarakat budaya Karo di Desa Dokan, Kecamatan Merek.(ist)

KARODAILY.id, Dokan— Perjalanan 143 peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) Ke-4 berlanjut ke Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Rabu (7/10/2026). Destinasi yang dikenal sebagai salah satu kawasan yang masih menyimpan kekayaan budaya Karo tersebut menjadi ruang bagi para pelaku industri pariwisata dan buyer untuk mengenal lebih dekat kehidupan, tradisi dan warisan budaya masyarakat Karo.

Kedatangan rombongan disambut Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, S.P., yang mewakili Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes.

Penyambutan yang berlangsung di Desa Dokan turut dihadiri Direktur Pemasaran BPODT Wahyu Dito Galih Indharto, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara Kementerian Kebudayaan RI Sukronedi, Konsul Kehormatan Thailand di Medan Mr. Martono Anggusti, Ketua DPD ASPPI Sumatera Utara Ahmad Fauzi Lubis, para buyer pariwisata dari dalam dan luar negeri, serta sejumlah pemangku kepentingan pariwisata.

Dalam sambutan tertulis Bupati Karo yang dibacakan Wakil Bupati, Pemerintah Kabupaten Karo menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang memilih Kabupaten Karo sebagai salah satu destinasi dalam pelaksanaan JWB Ke-4.

Menurutnya, Desa Dokan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat objek, tetapi dapat menyaksikan langsung kehidupan budaya masyarakat Karo yang masih tumbuh dan diwariskan hingga kini.

“Desa Dokan bukan hanya sekadar tempat untuk dikunjungi, melainkan ruang hidup kebudayaan Karo. Di desa ini, kita dapat melihat jejak kehidupan masyarakat, rumah adat, tradisi, kearifan lokal, serta nilai-nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Komando membacakan sambutan Bupati Karo.

Bagi wisatawan, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan budaya. Desa Dokan dapat menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat arsitektur tradisional, kehidupan masyarakat, adat istiadat dan nilai-nilai lokal yang menjadi identitas Tanah Karo.

Pemkab Karo berharap kunjungan para buyer dan pelaku industri perjalanan tidak berhenti pada kegiatan pengenalan destinasi, tetapi berlanjut menjadi produk wisata yang dapat dipasarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra bagi pelaku pariwisata dalam mengembangkan destinasi dan meningkatkan lama tinggal wisatawan atau length of stay, khususnya dalam ekosistem pariwisata Danau Toba.

Dari Desa Dokan Menuju Paket Wisata Karo

Kegiatan JWB Ke-4 menjadi salah satu ruang pertemuan antara destinasi dengan industri perjalanan. Para buyer yang mengikuti perjalanan dapat melihat langsung potensi wisata sebelum menyusun paket perjalanan yang akan ditawarkan kepada wisatawan.

Dengan karakter wisata yang berbeda, perjalanan di Kabupaten Karo dapat dikembangkan tidak hanya mengandalkan wisata alam, tetapi juga menggabungkan pengalaman budaya, kuliner, pertanian, agrowisata dan kehidupan masyarakat lokal.

Konsep tersebut membuka peluang Desa Dokan menjadi salah satu titik dalam perjalanan wisata yang menghubungkan berbagai destinasi di Kabupaten Karo dengan kawasan Danau Toba.

Pemerintah Kabupaten Karo juga mengajak masyarakat Desa Dokan untuk terus menjaga identitas budaya sebagai modal utama pengembangan pariwisata.

“Pengembangan pariwisata dan kebudayaan tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga komunitas pelaku wisata,” demikian pesan Bupati Karo dalam sambutannya.

Sementara itu, JWB Ke-4 berlangsung pada 5–8 Oktober 2026 dengan melibatkan 143 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, termasuk Malaysia, Singapura dan Thailand.

Sebelumnya, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Medan dan Berastagi sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi di Kabupaten Karo.

Kehadiran para buyer dan pelaku industri pariwisata di Desa Dokan diharapkan membuka peluang semakin luasnya promosi wisata budaya Karo sekaligus mendorong lahirnya paket perjalanan baru yang menghubungkan Medan–Berastagi–Desa Dokan–Danau Toba.

Dengan demikian, perjalanan wisata ke Sumatera Utara tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga menghadirkan pengalaman untuk mengenal lebih dekat budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat lokal.(karodaily/nanang).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.