Saturday, 3 October 2026
kontak@karodaily.id
FokusNasional

Reshuffle Kabinet 2 Oktober, Ini Daftar Pejabat yang Dilantik

Pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden RI oleh Presiden Republik Indonesia, 2 Oktober 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)

KARODAILY.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan sejumlah posisi pemerintahan pada Jumat (2/10/2026). Dalam agenda pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Prabowo mengangkat sejumlah pejabat baru untuk mengisi posisi strategis, termasuk Kepala dan Wakil Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI serta 26 Wantimpres.

Dilansir tirto.id, Syahganda Nainggolan didapuk sebagai Kepala Bakom RI berpasangan dengan Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom.

Selain jajaran Bakom, Prabowo juga melantik susunan baru Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pratikno ditetapkan sebagai Ketua Wantimpres merangkap anggota, sedangkan Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua merangkap anggota, serta Muhammad Qodari yang ditetapkan sebagai Sekretaris merangkap anggota.

Komposisi Wantimpres juga terlihat mencakup beragam latar belakang, mulai dari akademisi dan birokrat, mantan menteri, politisi, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, pengusaha, tokoh militer dan kepolisian, hingga intelektual serta pengamat politik.

Pratikno sebagai Ketua Wantimpres pernah menjadi Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Joko Widodo dan sebelumnya juga pernah menempati posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada pemerintahan Prabowo.

Hatta Rajasa, yang dipercaya menjadi Wakil Ketua Wantimpres, memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, antara lain sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional.

Daftar Pejabat yang Dilantik Prabowo Hari Ini 2 Oktober

Berikut daftar pejabat yang menduduki posisi Wantimpres dan Bakom RI dan dilantik Presiden Prabowo Subianto hari ini, Jumat, 2 Oktober 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)

Pratikno: Ketua merangkap anggota

Hatta Rajasa: Wakil Ketua merangkap anggota

Muhammad Qodari: Sekretaris merangkap anggota

Sinta Nuriyah Wahid: Anggota

Muhammad Quraish Shihab: Anggota

Bambang Soesatyo: Anggota

Agum Gumelar: Anggota

Budi Gunawan: Anggota

Chairul Tanjung: Anggota

Salim Segaf Aljufri: Anggot

Anwar Iskandar: Anggota

Said Aqil Siradj: Anggota

Yahya Cholil Staquf: Anggota

Philip Kuncoro Wijaya: Anggota

Budi Tanuwibowo: Anggota

Ida Bagus Purwalaksana: Anggota

Soekarwo: Anggota

Jusuf Hamka: Anggota

Dato’ Sri Tahir: Anggota

Yusuf Wanandi: Anggota

Margarito: Anggota

Rocky Gerung: Anggota

Mohamad Hatta: Anggota

Anwar Usman: Anggota

Mohammad Hatta: Anggota

Ignatius Jonan: Anggota

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom)

Syahganda Nainggolan: Kepala Bakom RI

Fadli Tri Hartono: Wakil Kepala Bakom RI

Prabowo Perintahkan Bakom RI Perkuat Komunikasi Pemerintah

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar komunikasi pemerintah dapat menjadi alat untuk memperkuat persatuan nasional.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo kepada Syahganda setelah pelantikan dirinya sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Syahganda mengatakan, arahan itu akan menjadi salah satu landasan dalam menjalankan tugasnya bersama jajaran Bakom ke depan.

Ia akan mengarahkan lembaganya agar pesan-pesan pembangunan dan gagasan utama Presiden dapat disampaikan kepada masyarakat secara transparan dan inklusif, sehingga informasi mengenai kebijakan pemerintah dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Menurut Syahganda, tugas Bakom tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi pemerintah, tetapi juga menyangkut komunikasi dan narasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Intinya kan komunikasi dan narasi. Jadi, kalau Badan Komunikasi ya pasti kita untuk menjaga peradaban,” tuturnya dikutip Antara (2/10/2026).

Syahganda menilai komunikasi perlu berlangsung secara dua arah, sehingga bukan hanya pesan pemerintah yang dapat disampaikan kepada publik, tetapi aspirasi dan pesan dari masyarakat juga dapat diteruskan kembali kepada pemerintah.

“Bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah,” papar Syahganda.(karodaily).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.