Jalan Berastagi–Simpang Empat Ditangani, Masyarakat Apresiasi Pemkab Karo Perbaiki Salah Satu Jalur Utama Pariwisata dan Pertanian Karo

KARODAILY.id, Berastagi – Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) terus melakukan pembenahan infrastruktur jalan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian serta aktivitas pariwisata di Kabupaten Karo.

Salah satu ruas yang kini mendapat penanganan adalah jalan Berastagi–Simpang Empat, yang selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha di kawasan tersebut.
Penanganan ruas jalan ini dilaksanakan melalui kegiatan Penanganan Long Segment Berastagi–Simpang Empat Kecamatan Berastagi/Kecamatan Simpang Empat (DAK Penugasan Tematik Pariwisata) Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan papan informasi pekerjaan, kegiatan tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp2.846.655.400, dengan nilai fisik Rp2.564.554.414.
Adapun total panjang jalan yang ditangani sesuai keterangan Kadis PUTR Karo Edward Pontianus Sinulingga, ST, mencapai sekitar 595 meter, dengan lebar badan jalan 6 meter serta rigid bahu jalan 0,5 meter.
Penanganan ruas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karo di bawah kepemimpinan Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., dalam memperbaiki sejumlah infrastruktur jalan yang memiliki peranan penting terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Ruas Berastagi–Simpang Empat memiliki arti penting karena menjadi salah satu jalur yang menghubungkan kawasan perkotaan Berastagi dengan wilayah Simpang Empat dan kawasan pertanian di sekitarnya.
Selama ini, kondisi sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian masyarakat karena jalur ini tidak hanya digunakan untuk aktivitas harian, tetapi juga menjadi akses mobilisasi hasil-hasil pertanian.
Kabupaten Karo dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas hortikultura. Hasil pertanian dari kawasan Karo setiap hari membutuhkan akses transportasi menuju pusat perdagangan maupun daerah pemasaran di luar Kabupaten Karo.
Karena itu, kondisi jalan yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran distribusi. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas kendaraan pengangkut hasil pertanian sekaligus membantu menekan waktu dan biaya perjalanan.

Selain sektor pertanian, ruas Berastagi–Simpang Empat juga memiliki keterkaitan dengan sektor pariwisata. Berastagi merupakan salah satu kawasan tujuan wisata utama di Kabupaten Karo yang setiap waktu ramai dikunjungi wisatawan.
Dengan semakin baiknya kondisi infrastruktur jalan, masyarakat berharap akses menuju berbagai kawasan wisata dapat semakin nyaman. Begitu juga dengan wisatawan yang melintas maupun masyarakat yang melakukan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.
Sejumlah masyarakat menyambut positif penanganan jalan tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan merupakan kebutuhan yang sudah cukup lama dinantikan, terutama karena ruas tersebut digunakan setiap hari untuk berbagai keperluan.
“Perbaikan jalan ini tentu sangat membantu masyarakat. Kami berharap pengerjaannya dilakukan dengan baik dan kualitasnya bagus sehingga bisa digunakan dalam waktu yang lama,” ujar B. Tarigan dan S. Surbakti, warga yang berdomisili di kawasan tersebut, Sabtu (3/10/2026).
Menurut warga ini, kondisi jalan yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan dalam berkendara, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Petani, misalnya, membutuhkan akses jalan yang baik untuk mengangkut hasil panen. Begitu pula pedagang dan pelaku usaha lainnya yang membutuhkan kelancaran arus kendaraan untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka.
“Kalau jalan bagus, membawa hasil pertanian menjadi lebih mudah. Kendaraan juga lebih nyaman melintas. Kami tentu mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap jalan ini,” kata warga lainnya.
Masyarakat juga berharap pembangunan tersebut tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan secara fisik, tetapi benar-benar memperhatikan kualitas konstruksi dan ketahanan jalan.
Mereka meminta agar setelah pekerjaan selesai, pemeliharaan terhadap jalan tetap dilakukan secara berkala sehingga hasil pembangunan dapat bertahan lebih lama dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Penanganan jalan Berastagi–Simpang Empat dengan panjang sekitar 595 meter tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembenahan konektivitas infrastruktur Kabupaten Karo, khususnya pada jalur yang menopang dua sektor penting daerah, yakni pertanian dan pariwisata.(karodaily/nanang).








