
KARODAILY.id, Medan – Pemerintah Kabupaten Karo memperkuat langkah promosi pariwisata ke pasar internasional melalui keikutsertaan dalam forum Sumatera India Tourism Promotion yang digelar di Hotel Grand Mercure Medan, Senin (10/8/2026).

Forum tersebut menjadi momentum bagi Kabupaten Karo untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang pariwisata, kebudayaan, pendidikan dan investasi antara Sumatera Utara dengan India.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M. Kehadiran Pemkab Karo turut didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, S.STP., M.Si.
Dalam forum tersebut, Pemkab Karo memperkenalkan berbagai potensi wisata dan kekayaan budaya daerah yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan asal India.
Sekda Karo Gelora Kurnia Putra Ginting mengatakan, keikutsertaan Kabupaten Karo tidak hanya sebatas mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih luas dengan India.
Menurutnya, Kabupaten Karo memiliki hubungan historis dan budaya yang cukup kuat dengan India. Salah satu jejak hubungan tersebut dapat dilihat dari sejarah dan asal-usul marga Sembiring dalam masyarakat Karo.
Hubungan historis dan budaya tersebut sebelumnya juga telah dibahas bersama Konsul Jenderal India di Medan sebagai pintu masuk untuk menjajaki kerja sama yang lebih konkret, termasuk dalam bidang kebudayaan, pariwisata dan pendidikan.

“Momentum Sumatera India Tourism Promotion menjadi ruang penting untuk memperkuat konektivitas tersebut, mengubah cultural connection (koneksi budaya) menjadi tourism connection (koneksi pariwisata), dan dari tourism connection menjadi collaboration (kolaborasi),” ujar Gelora.
Dalam promosi tersebut, Pemkab Karo menawarkan beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi paket perjalanan wisata bagi wisatawan India. Di antaranya kawasan wisata Berastagi, panorama Danau Toba dari kawasan Tongging, Air Terjun Sipiso-piso, agrowisata, desa wisata serta kekayaan seni dan budaya masyarakat Karo.
Potensi tersebut dinilai memiliki keunggulan karena menawarkan perpaduan wisata alam, budaya, pertanian dan pengalaman kehidupan masyarakat lokal dalam satu kawasan.
Pemkab Karo juga melihat pasar India sebagai peluang untuk memperluas segmentasi wisatawan mancanegara. Karena itu, promosi pariwisata diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong terbentuknya jaringan bisnis, investasi dan kerja sama pariwisata yang berkelanjutan.
“Pariwisata masa kini tidak hanya berbicara mengenai jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana membangun jaringan, membuka pasar baru, memperkuat investasi dan menciptakan pengalaman wisata yang berkesan,” demikian disampaikan Pemkab Karo.
Melalui forum Sumatera India Tourism Promotion, Pemkab Karo berharap hubungan historis dan budaya antara masyarakat Karo dengan India dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membawa Karo dengan identitas “Land of Paradise” semakin dikenal, tidak hanya sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara, tetapi juga sebagai bagian dari pasar pariwisata internasional.(karodaily/rill).








