
KARODAILY.id, Berastagi – Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono terkait kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah cepat Pemerintah Kabupaten Karo bersama BGN dalam memastikan penanganan para siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.
Dalam komunikasi via telephone tersebut, Kepala BGN Sudaryono meminta Pemerintah Kabupaten Karo turut membantu proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di daerah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Walaupun saya minta maaf karena informasi yang kurang baik dari anak buah saya di lapangan, saya minta tolong Pak Bupati untuk ikut investigasi juga, dibantu investigasi dari kami,” ujar Sudaryono, Kamis (13/08/2026) malam.
Kepala BGN menegaskan perlunya pengawasan yang lebih kuat terhadap pelaksanaan MBG di daerah. Pemerintah daerah diminta membantu melakukan monitoring agar keamanan makanan dan kesehatan penerima manfaat benar-benar menjadi prioritas.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Karo memastikan pemerintah daerah telah menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan pemeriksaan dan mengawal proses investigasi.
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Kesehatan telah meminta agar sampel yang berkaitan dengan kejadian tersebut diamankan untuk kepentingan pemeriksaan medis. Termasuk muntahan dari pasien yang mengalami gejala, serta sisa makanan yang masih tersedia.

“Kalau ada yang muntah, muntahnya harus disimpan secara ilmu medis supaya bisa menjadi sampel. Kemudian sampel makanan yang masih tersisa, melalui Kepala Dinas Kesehatan juga sudah kami minta sebagai bahan persiapan untuk pemeriksaan,” jelas Antonius.
Selain memastikan proses investigasi, Bupati Karo juga melaporkan bahwa pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan.
Menurut Bupati, terdapat sejumlah siswa yang sebelumnya telah pulang ke rumah dan kemudian datang kembali untuk mendapatkan penanganan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.
“Kami tenangkan masyarakat kita. Semampu kami, sambil berdoa, kami usahakan semoga tidak ada yang menyulitkan atau membahayakan masyarakat,” kata Antonius.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada lagi penerima manfaat, khususnya anak-anak, yang mengalami kejadian serupa akibat pelaksanaan program MBG.
Pemerintah Kabupaten Karo bersama BGN dan instansi terkait selanjutnya akan terus melakukan koordinasi, monitoring kondisi para siswa, serta menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan dan bahan terkait untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karo.(karodaily/nanang).
© Copyright KARODAILY.id 2016-2025





