Friday, 14 August 2026
kontak@karodaily.id
Fokus

Ini Kronologis Siswa SMAN 1 Berastagi Alami Gangguan Kesehatan Massal Usai Santap MBG

Menit ke menit peristiwa ratusan siswa SMAN 1 Berastagi keracunan usai santap MBG.(ist/ig/@smanwgeri1berastagi.)

KARODAILY.id, Berastagi – Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Informasi tersebut disampaikan pihak SMA Negeri 1 Berastagi melalui keterangan resmi yang diunggah di akun media sosial resmi SMAN 1 Berastagi @smanegeri1berastagi pada Kamis (23/08/2026).

Dalam pernyataannya,disebutkan kronologis dan menit permenit kejadian yang ada.

Disebutkan, makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 12.20 WIB dan mulai dibagikan kepada para siswa pada pukul 12.50 WIB.

Adapun menu yang disajikan terdiri dari ikan dencis sambal, tahu semur, tumis kol dan wortel dengan kecap, serta buah melon.

Sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan berupa gatal-gatal. Beberapa gejala yang dialami di antaranya mulut terasa gatal dan bengkak, sesak napas, kebas pada mulut dan seluruh badan, serta rasa panas pada kerongkongan.

Pihak sekolah kemudian melakukan penanganan dengan membawa para siswa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

Para siswa dibawa ke Puskesmas, Rumah Sakit Amanda, Rumah Sakit Efarina, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, dan Rumah Sakit Mina Kabanjahe.

“Seluruh murid telah mendapatkan observasi dan penanganan medis oleh dokter. Sebagian murid masih dalam observasi dan dirawat inap sesuai kondisi masing-masing,” demikian keterangan resmi SMA Negeri 1 Berastagi.

Mitigasi sederhana para pelajar di SMA Negeri I Berastagi pasca kejadian akibat santapan MBG di sekolah mereka.(ist)

Sekolah juga terus berkoordinasi dengan orang tua atau wali siswa serta pihak terkait dalam penanganan kejadian tersebut.

Sebagai tindak lanjut, sekolah melakukan pendataan dan pemantauan kondisi siswa, berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk penanganan lanjutan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk SPPG Kodim Raya sebagai penyedia MBG.

Pihak sekolah juga menyampaikan informasi perkembangan kondisi siswa kepada orang tua atau wali murid dan masyarakat.

SMA Negeri 1 Berastagi mengajak masyarakat memberikan doa dan dukungan agar seluruh siswa yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera pulih.

Sekolah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh siswa.

Para murid mengalami gejala awal mulut gatal-gatal. Selain itu, kulit murid juga gatal hingga sesak.

“Makanya gejala awal itu langsung mulutnya gatal-gatal, getir gitu, baru ada yang ke kulitnya gatal dan apa namanya, sesak,” ucapnya.

Sementara itu, sebagaimana dilansir detikSumut, Kamis (13/08/2026) pukul 18.15 Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan jika peristiwa itu terjadi saat makan siang. Terdapat 265 murid yang mengalami keracunan di 3 SMK dan SMA di Karo.

Selain 265 murid SMA/SMK, terdapat juga murid dari 2 sekolah SMP yang mengalami keracunan, yaitu SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama. Kelima sekolah ini disebut berasal dari SPPG milik Kodim.

“SMP pun ada (keracunan) karena dapurnya sama, punya Kodim, tapi data siswanya belum bisa dapat kalau yang SMP,” ujarnya.(karodaily/nanang).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.