Saturday, 15 August 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

BGN Suspensi SPPG KARO BERASTAGI SEMPAJAYA Selama 30 Hari Buntut Kasus Ratusan Pelajar Berastagi Keracunan MBG

KPPG Medan Donal Simanjuntak (tengah).(ist)

KARODAILY.id, Berastagi – Gangguan kesehatan yang dialami ratusan pelajar setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (13/8/2026), kini memasuki tahap investigasi.

Sedikitnya 255 pelajar dari SMAN 1 Berastagi dan SMA/SMK Perguruan Bersama Berastagi mengalami sejumlah keluhan, mulai dari gatal-gatal, sesak napas hingga lemas. Para pelajar kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Badan Gizi Nasional (BGN) langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan tersebut. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel, termasuk sisa makanan yang dikonsumsi para pelajar.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., serta Dinas Kesehatan Kabupaten Karo dalam proses pemeriksaan sampel.

“Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Kepala Kantor KPPG Medan Donal Simanjuntak menyebutkan, proses investigasi hingga kini masih berlangsung. Sampel yang telah dikumpulkan sedang menjalani pemeriksaan laboratorium.

“Hasil awal untuk parameter kimia negatif. Namun, untuk pemeriksaan mikrobiologi kita masih menunggu hasilnya beberapa hari lagi,” ujar Donal.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, BGN mengambil langkah administratif terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut. SPPG tersebut disuspensi selama 30 hari dan dapur operasionalnya disegel.

Bupati Karo Antonius Ginting kembali menjenguk pelajar terdampak makanan MBG di RS Efarina Etaham.(ist)

Selama masa suspensi, BGN akan melakukan investigasi sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pelayanan, termasuk meningkatkan kapasitas personel serta memberikan pelatihan terkait keamanan dan penanganan makanan.

“SPPG akan dapat beroperasi kembali apabila sudah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Selama satu bulan ini, investigasi dan kekurangan-kekurangan yang ada akan diselesaikan, termasuk peningkatan kapasitas personel dan pelatihan,” tegas Donal.

Selain penyegelan dapur operasional, BGN juga mencopot Kepala SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Dua tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional,” ujar Sudaryono.

BGN menilai kejadian di Kabupaten Karo menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat pada setiap tahapan penyediaan makanan MBG. Keamanan makanan, kata Sudaryono, harus menjadi perhatian utama agar makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat benar-benar aman dikonsumsi.

“Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya,” katanya.

Dengan masih menunggu hasil pemeriksaan mikrobiologi, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para pelajar belum dapat disimpulkan. Hasil laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan dan evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan program MBG di Berastagi.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.