Wednesday, 2 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Kapolda Sumut-Pemkab Karo Siapkan Langkah Kontingensi Antisipasi Erupsi Lanjutan Sinabung

Kapolda Sumut Irjen Pol Wsnu Febuanto dan Bupati Karo Antonius Ginting).(ist)

KARODAILY.id, Simpang Empat – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K. bersama Pemerintah Kabupaten Karo menyiapkan langkah kontingensi dan skema evakuasi warga sebagai antisipasi meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Kapolda bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mendapat paparan mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, baik secara visual maupun berdasarkan data kegempaan, yang disampaikan Kepala PPGA Sinabung Armen Putra.

Whisnu menegaskan TNI-Polri siap memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Karo dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana, termasuk apabila terjadi peningkatan erupsi yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Kami dari Polda Sumut dan Kodam I/BB mempersiapkan bantuan sepenuhnya kepada Pemda Karo. Apabila terjadi erupsi yang lebih besar, pimpinan daerah bersama TNI-Polri akan bergerak cepat agar tidak ada korban jiwa,” ujar Kapolda kepada wartawan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polda Sumut menyiagakan 172 personel gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Samapta yang memiliki kualifikasi penanganan bencana alam. Selain personel, kepolisian juga menyiapkan dukungan berupa dapur lapangan serta kebutuhan penanganan darurat lainnya.

Kapolres Karo dan Dandim 0205/Tanah Karo juga diperintahkan untuk terus melakukan pelatihan dan simulasi evakuasi mandiri bersama masyarakat di wilayah terdampak.

Menurut Whisnu, aktivitas Gunung Sinabung bersifat dinamis sehingga kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu hingga terjadi erupsi besar.

“Aktivitas Sinabung ini sifatnya sangat dinamis. Kapan erupsi susulan terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, kita siapkan simulasi dan mitigasi sejak awal. Jangan tunggu meletus baru siap-siap. Sejak hari ini langkah cepat, efektif, dan efisien sudah berjalan,” katanya.

Sejalan dengan kesiapsiagaan TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Karo juga terus mempersiapkan berbagai langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan Pemkab Karo bersama BPBD, TNI-Polri dan relawan telah melakukan sejumlah penanganan, termasuk menyiram ruas jalan yang terdampak abu vulkanik di wilayah Kecamatan Berastagi.

Penyiraman dilakukan antara lain di Jalan Veteran dan Jalan Jamin Ginting untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemkab Karo juga telah menyalurkan 15.000 masker bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, termasuk Kota Berastagi dan Kecamatan Dolat Rakyat.

Di sektor pendidikan, Pemkab Karo mengambil kebijakan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka selama dua hari sekaligus menyiapkan skema pembelajaran dari rumah bagi sekolah yang berada di wilayah berisiko.

Kebijakan tersebut antara lain menyasar SD 85 dan SD 86 Guru Kinayan, SD 83 dan SD 84 Payung, SD 75 Tiga Seringgid di Kuta Tengah, serta SMP Negeri 1 Atap 2 Payung.

Antonius mengatakan Pemkab Karo juga telah menyiapkan skema evakuasi apabila status Gunung Sinabung meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

“Berdasarkan analisis Badan Geologi, terdapat dua desa utama di radius sektoral yang akan dievakuasi, yaitu Desa Payung, Kecamatan Payung, yang diungsikan ke Jambur Desa Batukarangg, serta Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, yang diungsikan ke Jambur Desa Sukatepu dan area Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

Menurut Antonius, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, termasuk kepada warga yang masih enggan mengungsi karena menilai aktivitas erupsi masih berfluktuasi.

Pemkab Karo bersama Forkopimda memastikan kesiapan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi susulan.

Saat ini, satu posko utama dan armada dapur umum telah disiagakan di lapangan. Sejumlah lokasi pendukung juga tengah dipersiapkan melalui koordinasi dengan BPBD Sumatera Utara dan Kementerian Sosial.

“Kami memastikan fasilitas dasar dan kebutuhan penanganan darurat siap digunakan kapan saja apabila harus dilakukan evakuasi dalam skala lebih besar,” kata Antonius.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dapat direspons secara cepat, terkoordinasi dan mengutamakan keselamatan masyarakat. (karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.