Anggota DPRD Sumut: Jangan Tunggu Korban Lagi di Jalan Medan – Berastagi, Razia Truk ODOL Harus Rutin

(Ist)
KARODAILY.id, Medan – Tragedi tabrakan beruntun yang merenggut empat korban jiwa di Jalan Jamin Ginting, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (17/07/2026), memicu desakan agar pemerintah dan aparat penegak hukum segera memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas di jalur Medan-Berastagi.

Anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Karo-Dairi, Frans Dante, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut untuk melakukan razia rutin serta pengawasan yang lebih ketat terhadap truk-truk tua, kendaraan yang tidak laik jalan, maupun truk dengan muatan melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Desakan tersebut disampaikan Frans Dante kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/07/2026), sebagai respons atas kecelakaan maut yang diduga dipicu truk bermuatan air mineral dari arah Berastagi yang mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan di depannya.
Menurut Frans Dante, tragedi tersebut tidak boleh dipandang sebagai kecelakaan biasa, melainkan harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan kendaraan angkutan barang yang melintasi jalur pegunungan Sumatera Utara.
“Peristiwa kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang di kawasan Jalan Jamin Ginting, Desa Sukamakmur itu harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah ini untuk segera memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya truk-truk tua maupun kendaraan yang membawa muatan melebihi tonase saat melintasi jalur Medan-Berastagi,” tegasnya seperti dilansir di sejumlah media terbitan Medan.
Frans Dante yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut menilai jalur Medan-Berastagi merupakan salah satu ruas jalan paling menantang di Sumatera Utara. Karakteristik jalan yang dipenuhi tanjakan panjang, turunan curam, tikungan tajam, serta padatnya arus kendaraan membuat jalur tersebut memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.
Karena itu, setiap kendaraan angkutan barang yang melintas harus dipastikan benar-benar memenuhi standar keselamatan dan dalam kondisi laik jalan.
Menurutnya, pemeriksaan kendaraan tidak boleh hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi semata, tetapi juga harus menyentuh aspek teknis kendaraan secara menyeluruh.
Ia menjelaskan bahwa sistem pengereman, kondisi ban, fungsi kemudi, lampu kendaraan, suspensi hingga kelayakan mesin wajib diperiksa secara berkala karena kerusakan pada salah satu komponen tersebut dapat berakibat fatal, terutama ketika kendaraan melintasi jalur pegunungan dengan kemiringan ekstrem.
“Keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikompromikan. Kendaraan yang tidak memenuhi standar teknis harus ditindak tegas dan tidak boleh diizinkan beroperasi,” katanya.
Selain persoalan usia kendaraan, Frans Dante juga menyoroti masih maraknya praktik kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading) yang dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas sekaligus mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.

Ia meminta Dishub Sumut dan Ditlantas Polda Sumut memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas sesuai ketentuan.
Menurutnya, razia terhadap kendaraan ODOL harus dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya sesaat setelah terjadi kecelakaan besar yang menjadi sorotan publik.
“Razia terhadap kendaraan ODOL harus terus dilakukan secara konsisten, bukan hanya setelah terjadi kecelakaan besar. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi yang mengabaikan aturan,” ujarnya.
Frans Dante juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara Dishub Sumut, Ditlantas Polda Sumut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), pemerintah daerah, hingga perusahaan angkutan barang agar pengawasan kendaraan dapat dilakukan secara terpadu.
Ia menilai perusahaan angkutan juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan armada yang dioperasikan selalu dalam kondisi prima serta tidak memaksakan kendaraan mengangkut beban di luar kapasitas yang ditentukan.
Menurutnya, budaya keselamatan harus dibangun mulai dari pemilik perusahaan, pengemudi, hingga instansi pengawas agar tragedi serupa tidak terus berulang.
Kecelakaan maut di Sibolangit sendiri menjadi salah satu insiden lalu lintas paling tragis yang terjadi di jalur Medan-Berastagi dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka-luka, serta menyebabkan sedikitnya delapan kendaraan mengalami kerusakan berat setelah diduga ditabrak truk bermuatan air mineral yang kehilangan fungsi pengereman.
Atas kejadian itu, Frans Dante berharap seluruh instansi terkait segera menyusun langkah konkret melalui inspeksi kendaraan secara rutin, pemeriksaan kelaikan kendaraan berkala, penimbangan tonase, razia kendaraan ODOL, hingga penertiban terhadap truk-truk tua yang sudah tidak memenuhi standar operasional.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten tanpa pandang bulu agar memberikan efek jera bagi pelanggar.
“Jangan sampai tragedi seperti di Sibolangit kembali terjadi. Pengawasan harus diperketat, penegakan hukum harus tegas, dan semua pihak harus menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” pungkasnya.(karodaily).








