Thursday, 3 September 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Bupati Karo Percepat Evakuasi Warga di Zona Bahaya Sinabung, 650 Jiwa Mengungsi di Sukatepu

Evakuasi warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo oleh petugas gabungan Pemkab Karo, TNI/Polri.(karodaily/endrolewa)

KARODAILY.id, Karo – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., mempercepat penanganan dan evakuasi warga menyusul kenaikan status aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan aktivitas vulkanik sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana, terutama warga yang tinggal di wilayah yang masuk dalam penyesuaian zona bahaya hingga radius enam kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Salah satu wilayah yang menjadi prioritas evakuasi adalah Desa Kuta Tengah, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Secara geografis, desa tersebut dikelilingi kawasan zona merah sehingga warga dinilai perlu segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan, total warga Desa Kuta Tengah yang direncanakan untuk dievakuasi mencapai 140 kepala keluarga (KK) atau sekitar 684 jiwa.

Bupati Karo Antonius Ginting langsung ikut membagikan logistik darurat untuk warga Desa Kuta Tengah yang sementara mengungsi ke Jambur Desa Sukatepu menyusul rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG terkait aktivitas GA Sinabung.(ist)

“Hingga siang ini, lebih dari 260 jiwa telah digeser bertahap menuju lokasi pengungsian di Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu,” ujar Antonius.

Menurutnya, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat di lapangan. Pemkab Karo bersama TNI dan Polri juga menyiagakan armada angkutan dengan sistem antar-jemput untuk mengantisipasi warga yang masih beraktivitas di ladang pada siang hari.

“Untuk warga Desa Payung yang berada di luar zona evakuasi utama, pemerintah tetap menyiagakan kendaraan dan personel sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan eskalasi aktivitas vulkanik,” katanya.

Selain memperkuat evakuasi, Pemkab Karo juga mengambil sejumlah langkah pencegahan, termasuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah yang berada di wilayah terdampak radius enam kilometer.

Sekolah yang diliburkan antara lain SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati, dan SMP Negeri 1 Atap Payung.

650 jiwa mengungsi di Jambur Sukatepu

Bupati Karo Antonius Ginting bersama Gubernur Sumut dan unsur TNI/Polri menghampiri anak – anak warga Desa Kuta Tengah yang telah dievakuasi ke Jambur Desa Sukatepu.(ist)

Seiring berlangsungnya proses evakuasi, jumlah warga yang mengungsi terus bertambah. Salah satu lokasi penampungan berada di Jambur Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Sejak penerapan kebijakan evakuasi pada Selasa (1/9/2026), hingga Kamis (3/9/2026), posko tersebut mencatat sebanyak 208 KK atau 650 jiwa telah mengungsi.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 329 laki-laki dan 321 perempuan. Sementara kelompok rentan yang berada di lokasi pengungsian meliputi 77 lansia, dua ibu hamil, enam ibu menyusui, dan 33 balita.

Untuk penyandang disabilitas, hingga data tersebut diperbarui belum terdapat warga yang tercatat dalam kelompok tersebut.

Pemkab Karo bersama unsur TNI, Polri dan relawan juga memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Sebanyak 843 personel gabungan telah disiagakan di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.

Gubernur Sumut: Utamakan keselamatan jiwa

Gubernur Sumut dan Bupati Karo di lokasi pengungsian Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.(ist)

Percepatan evakuasi tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang meminta seluruh jajaran pemerintah mengutamakan keselamatan warga menyusul peningkatan status Gunung Sinabung.

Bobby juga meminta pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan kebutuhan masyarakat, khususnya para pengungsi, tetap terpenuhi selama masa penanganan.

“Utamakan keselamatan jiwa,” tegas Bobby usai memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi bersama unsur Forkopimda di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Magma terindikasi bergerak ke permukaan

Pemprovsu dan Pemkab Karo serta seluruh unsur Forkopimda bergerak bersama atasi dampak erupsi Sinabung.(ist)

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, menjelaskan bahwa hasil pengamatan visual dan seismik menunjukkan adanya indikasi pergerakan magma menuju permukaan.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kubah lava sisa erupsi sebelumnya. Bahkan, pada malam sebelumnya terdeteksi hotspot yang mengindikasikan adanya lava yang telah mencapai permukaan.

“Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan, dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi cukup besar, seperti tahun 2019 dan 2020,” tutur Armen, Selasa (1/9/2026).

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Karo terus memperkuat kesiapan evakuasi, personel, armada transportasi, lokasi pengungsian, serta pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Bupati Karo juga mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya dan senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan aktivitas Gunung Sinabung yang dapat terjadi sewaktu-waktu sekaligus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi darurat.(karodaily/nanang)

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.