Tuesday, 25 August 2026
kontak@karodaily.id
AgronomicFokus

Dinas Pertanian Karo Luncurkan Inovasi Agen Hayati Tangkis Penyakit, Solusi Pertanian Ramah Lingkungan

Inovasi Dinas Pertanian Kabupaten Karo yang disebut Agen Hayati Tangkis Penyakit.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Dinas Pertanian Kabupaten Karo meluncurkan Inovasi Agen Hayati Tangkis Penyakit melalui perbanyakan dan penggunaan agen hayati dalam mengendalikan penyakit pada tanaman. Inovasi ini menjadi salah satu upaya mendorong sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida sintetis.

Beberapa contoh agen hayati yang dapat diperbanyak dan digunakan yaitu jamur Trichoderma, jamur Paenibacillus, jamur Beauveria, bakteri Pseudomonas, dan lainnya.

Penggunaan agen hayati ini dapat mengurangi penggunaan pestisida sintetis yang dapat meninggalkan residu bahan kimia pada produk pertanian yang nantinya dapat berbahaya bagi kesehatan petani dan masyarakat konsumen.

Mengingat semakin mahalnya pestisida sintetis dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi produk pertanian organik serta ramah lingkungan, maka dibutuhkan inovasi dalam mengendalikan penyakit dan hama tanaman secara organik.

Agen hayati dapat mengendalikan penyakit tanaman seperti Fusarium dan Alternaria dengan sejumlah mekanisme kerja, yaitu antibiosis, dengan menghasilkan senyawa metabolik seperti antibiotik atau enzim yang menghambat pertumbuhan patogen; hiperparasitisme, yakni menyerang patogen secara langsung; kompetisi ruang hidup dan nutrisi; serta induksi resistensi tanaman sehingga tahan atau toleran terhadap serangan patogen.

Seiring dengan intensifikasi lahan pertanian dalam meningkatkan produksi dan masih tingginya penggunaan pestisida sintetis, kondisi tersebut berdampak terhadap kerusakan lingkungan, kesuburan lahan yang semakin menurun, serta tingginya residu pestisida dalam bahan makanan.

Selain itu, saat ini harga pestisida anorganik cukup mahal sehingga menyebabkan petani kesulitan menjangkaunya.

Penggunaan agen hayati menjadi solusi dalam mengatasi ketergantungan petani terhadap pestisida sintetis, residu pestisida dalam bahan pangan, dan kerusakan lingkungan. Agen hayati merupakan jamur antagonis yang dapat dikembangkan petani sebagai sarana pengendalian penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan.

Diluncurkan pada Hari Krida Pertanian

Peluncuran Agen Hayati Tangkis Penyakit saat Hari Krida Pertanian 2026.(ist)

Dinas Pertanian Kabupaten Karo telah melaksanakan Launching Inovasi Agen Hayati Tangkis Penyakit pada saat acara Hari Krida Pertanian. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Karo Brigjen Pol (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes. kepada para Kepala UPTD Pengembangan dan Pemberdayaan Pertanian berupa alat dan bahan yang digunakan dalam perbanyakan agen hayati.

Selain peluncuran inovasi, Dinas Pertanian Kabupaten Karo juga melaksanakan Sekolah Lapang kepada PPL dan kelompok tani tentang perbanyakan jamur Trichoderma selaku agen hayati.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan diterapkan di setiap Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di setiap kecamatan.

Melalui Sekolah Lapang ini, petani tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat agen hayati, tetapi juga memperoleh keterampilan dalam memperbanyak dan mengaplikasikannya secara mandiri.

Trichoderma diperbanyak dengan media jagung

Perbanyakan agen hayati jamur Trichoderma dilakukan dengan cara merendam dan mencuci jagung pecah giling sampai bersih, lalu ditiriskan.

Kemudian, masukkan 500 gram jagung ke dalam plastik PP (Polypropylene) yang memiliki volume 5.000 gram atau sekitar 10 persen dari volume kemasan plastik PP. Plastik kemudian digulung seperti bentuk lontong dan dimasukkan ke dalam dandang untuk dikukus selama 2–3 jam, terhitung sejak air mendidih.

Setelah dikukus, jagung kemudian didinginkan di atas meja yang telah dilapisi kertas koran yang disemprot dengan alkohol 96 persen. Pendinginan dilakukan selama satu malam.

Setelah dingin, dilakukan inokulasi jamur yang berasal dari isolat jamur Trichoderma. Inokulasi dilakukan di dalam kotak inokulasi (incase) yang bertujuan mencegah kontaminasi jamur lainnya.

Jagung yang telah diinokulasi kemudian disimpan dalam ruangan yang tidak terkena cahaya matahari langsung selama dua minggu. Setelah dua minggu, akan terbentuk jamur berwarna hijau tosca dan siap untuk digunakan.

Peserta Sekolah Lapang antusias dalam praktik perbanyakan agen hayati dan melanjutkannya di tingkat desa bersama dengan PPL sehingga lebih banyak petani yang mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan inovasi ini.

Dapat diaplikasikan sejak persiapan lahan

Agen Hayati Tangkis Penyakit dapat dimulai sejak persiapan lahan.(ist)

Jamur Trichoderma dapat diaplikasikan langsung dengan cara melarutkan 2 kilogram jamur Trichoderma yang sudah diperbanyak dengan media jagung pecah ke dalam air.

Caranya, jamur diremas-remas di dalam baskom yang berisikan air bersih sebanyak 10 liter agar spora jamur terlepas dari jagung. Kemudian disaring sehingga terpisah jagung dengan larutan spora jamur.

Larutan ini kemudian dituang ke dalam drum berkapasitas 200 liter dan ditambahkan air bersih sampai penuh sambil diaduk-aduk.

Larutan tersebut dapat dikocorkan ke sekitar perakaran tanaman sebanyak 200 mililiter atau disemprotkan ke tanah dan seluruh bagian tanaman.

Pengaplikasian dilakukan sejak persiapan lahan sampai dengan tanaman tumbuh optimal sehingga dapat mencegah serangan penyakit sejak dini dan mengendalikan jamur penyebab penyakit tanaman seperti jamur Fusarium.

Dorong kemandirian petani

Program Inovasi Agen Hayati Tangkis Penyakit diharapkan tidak hanya menjadi alternatif pengendalian penyakit tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pertanian Karo yang lebih berkelanjutan.

Dengan kemampuan memperbanyak agen hayati secara mandiri, petani diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis yang semakin mahal, sekaligus menjaga kualitas tanah dan lingkungan pertanian.

Melalui Inovasi Agen Hayati Tangkis Penyakit diharapkan dapat memberikan manfaat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis, meningkatkan kualitas biologi tanah dan keragaman hayati, meningkatkan pendapatan petani serta meningkatkan kemandirian petani.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat datang langsung ke Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Karo dengan alamat Jalan Veteran No. 24 Kabanjahe, email dinaspertaniankabkaro@gmail.com, serta media sosial Facebook Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Instagram @distan_kabkaro, dan TikTok @distan_kabkaro.(karodaily/rill).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.