
KARODAILY.id, Berastagi – Kondisi para pelajar yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi menunjukkan perkembangan positif. Hingga Jumat (14/8/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 242 dari total 354 pelajar yang mendapat penanganan medis telah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka membaik.

Berdasarkan rekapitulasi sementara Tim Satgas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dari 354 peserta didik yang mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, sebanyak 110 pasien masih menjalani rawat inap, sementara dua pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di RS Efarina Etaham Berastagi, tercatat 101 pasien. Sebanyak 61 orang masih menjalani perawatan, 39 pasien telah dipulangkan dan satu pasien dirujuk ke RS Haji Medan.
Sementara di RSU Kabanjahe, terdapat 35 pasien. Dari jumlah tersebut, dua pasien masih menjalani rawat inap, 32 pasien telah dipulangkan dan satu pasien dirujuk ke RS Bina Kasih Medan.
RS Amanda Raya Berastagi menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 212 orang. Sebanyak 46 pasien masih dirawat, sedangkan 166 lainnya telah diperbolehkan pulang.
Kemudian, lima pasien yang mendapat penanganan di RS Mina Kabanjahe seluruhnya telah dipulangkan. Sedangkan satu pasien yang dirawat di RS Yoreskitha masih menjalani perawatan.
Dua pasien yang dirujuk ke Medan masing-masing adalah Inka Kristi Br Ginting ke RS Bina Kasih Medan dengan indikasi atau riwayat epilepsi, serta Krismas Dayanti Br Sihite ke RS Haji Medan karena mengalami sakit perut dan mual.
Direktur RS Efarina Etaham, dr. Irna Safrina Br Sembiring, mengatakan jumlah pasien yang diperbolehkan kembali ke rumah diperkirakan masih akan bertambah.
Menurutnya, sejumlah pasien yang saat ini masih menjalani perawatan menunjukkan perkembangan kondisi yang semakin baik dan apabila kondisi medis memungkinkan, sebagian di antaranya direncanakan dapat pulang pada Sabtu (15/8/2026).
Bupati Karo kembali pastikan kondisi pelajar

Di tengah proses pemulihan tersebut, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., kembali turun langsung memastikan kondisi para pelajar.
Pada kunjungan keduanya, Jumat (14/8/2026), Bupati Karo mendatangi RS Efarina Etaham Berastagi bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, Kasdim 0205/TK Mayor Siboro, Kepala Kantor KPPG Medan Donal Simajuntak serta sejumlah pejabat Pemkab Karo, termasuk Sekdakab Karo Gelora Kurnia Putra Ginting.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Antonius berdialog langsung dengan para pelajar yang masih menjalani perawatan. Ia menanyakan kondisi mereka sekaligus memastikan pelayanan dan penanganan medis berjalan secara optimal.
Bupati juga memberikan arahan kepada pihak rumah sakit agar proses pemulihan para pelajar terus menjadi perhatian utama.
Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para siswa merupakan prioritas pemerintah daerah.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh anak-anak kita mendapatkan perawatan medis yang terbaik dan intensif. Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda dan tim medis terus berkoordinasi 24 jam untuk memantau perkembangan kesehatan para korban,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkab Karo bersama kepolisian dan Dinas Kesehatan masih mengawal proses investigasi laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para pelajar. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang terjadi.
Pemerintah Kabupaten Karo mengimbau masyarakat dan para orang tua siswa tetap tenang serta mempercayakan proses penanganan medis dan investigasi kepada pihak berwenang.
Pemkab Karo memastikan perkembangan kondisi para pasien akan terus dipantau dan informasi terbaru disampaikan secara berkala kepada masyarakat.(karodaily/nanang).








