MELEDAK!!! Kantor BGN Digeledah Kejagung, KSP Dudung Sebut Pencopotan Dadan Diduga Terkait Jual Beli Titik SPPG



“Ya, saya pun dapat informasi seperti itu,” kata Dudung usai rapat kerja di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Dudung mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menerima berbagai informasi terkait persoalan di BGN. Prabowo ingin program MBG berjalan bersih dan bebas dari penyimpangan karena menggunakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.
Menurut dia, pencopotan Dadan merupakan langkah tepat untuk memperbaiki tata kelola BGN agar lebih transparan dan akuntabel. Prabowo juga tidak ingin ada praktik korupsi maupun kepentingan pribadi dalam pelaksanaan program tersebut.
“Tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Dudung menegaskan program MBG tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga harus didukung tata kelola yang baik. Karena itu, pemerintah akan terus mengawal pelaksanaannya agar tidak terjadi penyimpangan.
“Ini yang akan kita kawal terus, pokoknya saya akan cek di lapangan dan yang saya temukan, akan saya sampaikan ke wartawan, itu aja. Saya nggak ada beban,” katanya, dikutip dari Antara.
Jual Beli Titik SPPG Terbongkar

Dugaan praktik jual beli titik SPPG terungkap setelah sejumlah masyarakat melaporkan kasus penipuan kepada polisi. Hingga kini, sedikitnya terdapat 20 laporan yang telah diterima aparat penegak hukum.
Sejauh ini, dugaan praktik tersebut terungkap di beberapa daerah. Pertama di Batam. Di sana, polisi mengusut dugaan penjualan dua titik SPPG senilai Rp 400 juta. Kedua di Jawa Barat, dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp 1,9 miliar dari 21 orang yang mengaku menjadi korban.
Ketiga, kasus dugaan penipuan jual beli titik SPPG di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Terungkap, satu titik dijual dengan harga Rp 950 juta.
Berdasarkan hasil penelusuran dan bukti yang telah dikumpulkan, BGN menyimpulkan praktik jual beli SPPG tersebut dilakukan secara terorganisir. BGN menduga terdapat kelompok terstruktur yang terlibat di balik aksi penipuan tersebut.
Modus yang digunakan dalam kasus ini mirip dengan kejadian di sejumlah daerah lain. Pelaku mengaku memiliki relasi dengan pejabat atau orang dalam BGN. Mereka menggunakan foto sebagai bukti kedekatan.
Kejagung Geledah BGN

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (03/06/2026). Belum ada keterangan rinci dari Kejagung tentang kasus apa yang sedang diusut.
Diduga penggeledahan terkait tata kelola BGN di era Kepemimpinan Dadan Hindayana. Lantas, di mana Dadan saat Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN?
Menurut sumber CNNIndonesia.com, Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat ini dikabarkan telah berada di gedung Kejaksaan Agung.
“Benar, sudah di Kejaksaan,” ujar sumber CNNIndonesia, Rabu (03/06/2026).
CNN Indonesia sudah menghubungi sejumlah pihak Kejagung untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun belum direspons.
Selain Dadan, kata sumber tersebut ada dua orang lain yang telah berada di Kejagung. Total tiga orang diperiksa di Kejagung terkait kasus di BGN.
Pagi tadi, Kejagung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Plh. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mohammad Jeffry menyebut penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
“Penyidik Pidsus (Pidana Khusus) Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (03/06/2026).
Jeffry belum mengungkap lebih jauh ihwal kasus yang sedang diusut Kejagung lewat penggeledahan itu. Ia hanya mengatakan nantinya akan dilakukan konferensi pers terkait hasil penggeledahan.(karodaily/berbagaisumber).









