Monday, 31 August 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Bupati Karo Gerak Cepat Tangani Dampak Erupsi Sinabung, Masker Dibagikan dan Jalan Terdampak Abu Disiram

Pemkab Karo melalui Kadis Kominfo Karo Hesti Maria Br Tarigan dan jajaran turun membagikan masker pasca erupsi yang terjadi pada hari ini.(ist)

KARODAILY.id, Karo – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bergerak cepat menginstruksikan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melakukan penanganan terhadap masyarakat dan wilayah yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunungapi Sinabung, Senin (31/8/2026).

Melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Karo mengerahkan personel ke sejumlah wilayah terdampak untuk melakukan langkah penanganan, mulai dari pembagian masker kepada masyarakat hingga penyiraman ruas jalan yang tertutup abu vulkanik.

Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul erupsi Gunung Sinabung pada pukul 10.17 WIB yang kemudian diikuti dengan kenaikan status gunungapi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) oleh Badan Geologi, terhitung mulai pukul 12.30 WIB.

Atas kondisi tersebut, Bupati Karo melalui BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo Kabupaten Karo mengerahkan tim gabungan untuk mendistribusikan masker gratis kepada masyarakat di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Pembagian masker difokuskan di sejumlah desa di Kecamatan Naman Teran, Berastagi, Dolat Rayat dan Merdeka.

Tim gabungan turun langsung ke tengah masyarakat untuk memastikan bantuan diterima warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak.

Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya abu vulkanik dan langkah perlindungan diri selama terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Bupati Karo melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karo, Hesti Maria Br Tarigan, SH, MH, meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

“Kami minta warga tetap tenang namun waspada. Gunakan masker setiap keluar rumah, kurangi aktivitas di luar, dan jaga kebersihan. Bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah situasi darurat. Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan Gunung Sinabung 24 jam,” ujarnya saat membagikan masker kepada masyarakat.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

Warga diminta menutup rapat sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik. Masyarakat juga diminta membersihkan abu yang menumpuk di atap rumah dengan memperhatikan faktor keselamatan.

Bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik, Pemkab Karo mengimbau agar segera mendatangi puskesmas terdekat atau posko kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Bupati kerahkan damkar bersihkan jalan

Damkar Pemkab Karo lakukan penyiraman pasca erupsi Sinabung di jalanan kota Berastagi.(ist)

Tidak hanya menangani dampak terhadap masyarakat, Bupati Karo juga mengerahkan jajaran Satpol PP melalui Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menangani abu vulkanik yang menutupi badan jalan.

Personel Damkar melakukan penyiraman di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Berastagi, termasuk Jalan Veteran, Jalan Jamin Ginting dan kawasan sekitarnya.

Penyiraman dilakukan untuk membersihkan abu vulkanik yang menutupi badan jalan sekaligus mengurangi debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun tiupan angin.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan dampak abu vulkanik terhadap pengguna jalan serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang tetap harus beraktivitas.

Hingga Senin (31/8/2026), personel Damkar masih melakukan penyiraman di sejumlah titik yang terdampak.

Para camat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) di wilayah terdampak turut dilibatkan dalam penanganan dan pemantauan kondisi masyarakat di lapangan.

Status Sinabung naik menjadi siaga

Erupsi Gunungapi Sinabung terlihat dari arah PPGA Sinabung di Desa Ndokum Siroga.(ist)

Sementara itu, berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi Nomor 1441.Lap/GL.03/BGL/2026, Gunung Sinabung mengalami erupsi pada pukul 10.17 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom erupsi teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan masih berlangsung saat laporan diterbitkan.

Sebelum erupsi, aktivitas kegempaan juga menunjukkan peningkatan. Pada 31 Agustus 2026 tercatat 85 kali gempa Vulkanik, satu kali gempa Hembusan dan satu kali Tremor Harmonik.

Badan Geologi menyatakan erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan masih terdapat kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Karo memastikan jajaran Pemkab Karo terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Pemkab Karo juga terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta instansi terkait guna memastikan informasi mengenai perkembangan Gunung Sinabung dapat segera diterima masyarakat.

Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi aktivitas di kawasan terdampak abu vulkanik, serta mematuhi seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.