
KARODAILY.id, Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten Karo terus memperkuat infrastruktur pendukung pariwisata melalui peningkatan kualitas sejumlah ruas jalan menuju kawasan wisata. Pada Tahun Anggaran 2026, dua kegiatan Penanganan Long Segment di kawasan Berastagi dan Kecamatan Merdeka dikerjakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Tematik Pariwisata.

Kedua proyek tersebut yakni Penanganan Long Segment Jalan Gundaling Kecamatan Berastagi–Kecamatan Merdeka dan Penanganan Long Segment Berastagi–Gongsol Kecamatan Berastagi/Kecamatan Merdeka.
Kedua ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus akses wisatawan menuju berbagai destinasi di kawasan Berastagi dan sekitarnya.
Untuk Penanganan Long Segment Jalan Gundaling, proyek memiliki nomor kontrak 620/123/PPK-BM/2026, dengan tanggal kontrak 8 Juli 2026. Nilai kontraknya mencapai Rp1.410.738.000, dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak 8 Juli hingga 4 Desember 2026, serta masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Sementara itu, Penanganan Long Segment Berastagi–Gongsol memiliki nomor kontrak 620/126/PPK-BM/2026, dengan tanggal kontrak 9 Juli 2026. Nilai kontrak mencapai Rp2.023.760.225.
Pekerjaan Berastagi–Gongsol juga memiliki masa pelaksanaan 150 hari kalender hingga 4 Desember 2026, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Dengan demikian, total nilai kedua proyek penanganan jalan tersebut mencapai sekitar Rp3,43 miliar.
Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Karo, Edward P. Sinulingga, ST, mengatakan peningkatan infrastruktur jalan tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata.
“Peningkatan kualitas jalan ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata,” ujar Edward.
Menurutnya, akses jalan yang baik akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karo.

“Kita berharap dengan kondisi jalan yang semakin baik, perjalanan masyarakat dan wisatawan menjadi lebih aman dan nyaman. Ini tentunya akan mendukung perkembangan pariwisata sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata,” katanya.
Kawasan Gundaling merupakan salah satu daya tarik wisata di Berastagi yang cukup banyak dikunjungi wisatawan. Karena itu, kualitas akses menuju kawasan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kenyamanan perjalanan, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisata.
Begitu pula dengan ruas Berastagi–Gongsol yang menghubungkan kawasan perkotaan Berastagi dengan wilayah Kecamatan Merdeka. Selain mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, ruas tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas menuju sejumlah kawasan wisata.
“Pembangunan infrastruktur ini kita harapkan memberikan dampak yang lebih luas. Bukan hanya jalannya yang semakin baik, tetapi juga aktivitas pariwisata, pertanian dan perekonomian masyarakat dapat ikut berkembang,” ujar Edward.
Untuk pekerjaan Berastagi–Gongsol, progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 80 persen pada awal Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Karo terus mendorong agar pekerjaan diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap memenuhi spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditentukan.
Edward menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu bagian penting dalam menciptakan konektivitas kawasan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Target kita tentu pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Yang paling penting, hasilnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Dengan semakin baiknya kondisi infrastruktur, pemerintah berharap tercipta efek berantai terhadap sektor pariwisata. Akses yang lebih mudah dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, memperlancar mobilitas pelaku usaha, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Pemerintah Kabupaten Karo juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk mendukung proses pembangunan dengan tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan serta mematuhi rambu-rambu dan pengaturan lalu lintas yang diterapkan.
Melalui pembangunan infrastruktur berbasis kawasan tersebut, Pemkab Karo menargetkan akses menuju destinasi wisata semakin mudah, aman dan nyaman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat daya saing pariwisata Kabupaten Karo.(karodaily/nanang)








