Thursday, 27 August 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

PGGA Sinabung: Asap Kawah, Bukan Erupsi Gunungapi Sinabung

Gunungapi Sinabung keluarkan asap. PVMBG luruskan asap yang keluar bukanlah erupsi.(ist/pelindepari)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait kabar terjadinya erupsi Gunungapi Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung KESDM, Badan Geologi/PVMBG, Armen Putra, menegaskan bahwa tidak terjadi erupsi. Kondisi yang terlihat dari Gunungapi Sinabung berupa asap kawah.

“Ngak ada (erupsi) bg. Karena ini asap aja,” ujar Armen kepada KARODAILY.id, Rabu (26/8/2026) petang.

Armen mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunungapi Sinabung. Informasi terkait aktivitas gunung api hendaknya merujuk pada laporan resmi Badan Geologi/PVMBG atau Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung.

Berdasarkan laporan pengamatan periode 26 Agustus 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, Gunungapi Sinabung masih berada pada Level II (Waspada).

Secara visual, gunung terpantau jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, dengan ketinggian sekitar 100–800 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat daya, dengan suhu udara berkisar 15–26 derajat Celsius.

Pada periode pengamatan tersebut tercatat 5 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3–76 mm, S-P 1–2,3 detik dan durasi 12–23 detik. Selain itu, tercatat 9 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3–17 mm, S-P 19–31 detik dan durasi 73–146 detik.

Dengan status Level II (Waspada), masyarakat dan pengunjung/wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun di dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunungapi Sinabung serta radius 4,5 kilometer untuk sektor Selatan-Timur.

Masyarakat yang berada dan bermukim di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunungapi Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar. Pemerintah Kabupaten Karo diimbau senantiasa berkoordinasi dengan Badan Geologi/PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung.

Imbauan Pemkab Karo terkait larangan masuk ke kawasan Danau Lau Kawar.(ist)

Sebelumnya, Pemkab Karo juga telah mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang beredar dan memastikan setiap informasi mengenai Gunungapi Sinabung bersumber dari pihak berwenang.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Karo telah menutup sementara kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Danau Lau Kawar dan area camping ground di Desa Kuta Gugung, Dusun Lau Kawar, Kecamatan Naman Teran.

Penutupan tersebut ditetapkan melalui Pengumuman Nomor 556/969/Disbudporapar/2026 yang diterbitkan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, atas nama Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes.

Keputusan tersebut mengacu pada laporan Badan Geologi Kementerian ESDM Nomor 1400.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 13 Agustus 2026 tentang perubahan radius zona rekomendasi Gunungapi Sinabung. Penutupan juga mempertimbangkan Surat Bupati Karo Nomor 360/2453/BPBD/2026 tertanggal 14 Agustus 2026 mengenai imbauan keselamatan masyarakat, wisatawan dan pendaki.

Berdasarkan ketentuan tersebut, radius zona yang harus dihindari ditetapkan 3 kilometer secara radial dari puncak Gunungapi Sinabung dan 4,5 kilometer secara sektoral ke arah Selatan-Timur.

Kunjungan ke Danau Lau Kawar dan area camping ground ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 hingga batas waktu yang akan ditentukan berdasarkan perkembangan kondisi Gunungapi Sinabung.

Kepala Disbudporapar Karo, Juni Antomi Kemit, mengatakan penutupan dilakukan semata-mata untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dan wisatawan.

“Untuk sementara atau sampai batas waktu yang belum ditentukan, objek wisata Danau Lau Kawar ditutup karena kondisi Gunung Sinabung ada peningkatan. Kita tidak tahu kapan dan apa yang terjadi jika aktivitas Gunung tersebut semakin meningkat,” ujar Juni.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, untuk tidak terlebih dahulu memasuki kawasan Danau Lau Kawar sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Karo, dalam hal ini Dinas Pariwisata, mengimbau kepada masyarakat khususnya tamu wisata supaya jangan dulu masuk ke Objek Wisata Danau Lau Kawar sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” katanya.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi/PVMBG dan Pemerintah Kabupaten Karo.(karodaily/nanang).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.