Tuesday, 7 July 2026
kontak@karodaily.id
FokusJurnal Kabupaten

Posyandu Karo Bertransformasi, Layani Enam Bidang Pelayanan Dasar Masyarakat

KARODAILY.id
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting.(ist)

KARODAILY.id, Berastagi – Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel Internasional Sibayak, Berastagi, Senin (06/07/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar kepada masyarakat, seiring implementasi transformasi Posyandu sesuai kebijakan pemerintah.

Bimtek menghadirkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, sebagai narasumber. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Dr. Immanuel, Sp.PA, 17 camat, 19 kepala puskesmas, 17 Ketua TP PKK kecamatan, serta perwakilan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bappedalitbang, DPMD, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial.

Dalam sambutan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dijelaskan bahwa Kementerian Kesehatan RI saat ini tengah melakukan integrasi dan revitalisasi pelayanan kesehatan primer dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif melalui pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Disebutkan, Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan memiliki peran membantu kepala desa atau lurah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Roswitha Antonius Ginting menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu telah bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.

Di bidang pendidikan, Posyandu mendukung layanan PAUD, pengelolaan perpustakaan desa, serta penguatan literasi digital. Pada bidang kesehatan, Posyandu memberikan pelayanan sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif hingga lanjut usia, termasuk peningkatan cakupan imunisasi dan pemantauan pengobatan penyakit kronis.

Sementara itu, pada bidang pekerjaan umum, Posyandu berperan mengedukasi masyarakat mengenai pemenuhan air bersih, pengelolaan limbah domestik, dan pemeliharaan infrastruktur air pedesaan. Di bidang perumahan rakyat, Posyandu turut membantu mengidentifikasi rumah tidak layak huni serta mengedukasi pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga.

Selain itu, Posyandu juga berkontribusi dalam kesiapsiagaan bencana, rehabilitasi trauma pascabencana, deteksi dini keamanan lingkungan, serta pendataan masyarakat miskin untuk penyaluran bantuan sosial, sekaligus mendorong kesetaraan gender dan inklusi sosial.

“Posyandu kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita atau pemeriksaan ibu hamil. Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu resmi bertransformasi menjadi subjek pembangunan desa yang melayani enam bidang Standar Pelayanan Minimal demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ny. Roswitha Antonius Ginting.(karodaily/rill).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.