Friday, 24 July 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

RSUD Karo Pastikan Layanan Kesehatan Tak Terganggu Dinamika Administratif

Direktur Utama RSUD Karo, dr. Jasura Pinem.(karodaily/nanang)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karo menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat di tengah dinamika administratif dengan Moderamen GBKP. Manajemen memastikan seluruh layanan kesehatan kepada pasien dan masyarakat tetap berjalan normal

Direktur RSUD Karo, dr. Jasura Pinem,M.Kes didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Medis dr. Riaputra Purba serta Kepala Seksi Keperawatan Ade Mayindri, S.Kep., Ners, mengatakan pihaknya menjalankan arahan Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., agar pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Kami di jajaran manajemen bersama seluruh dokter akan terus berupaya memberikan pelayanan yang optimal. Apa pun dinamika yang terjadi, yang kami utamakan adalah keselamatan pasien dan kebutuhan masyarakat,” ujar Jasura saat diwawancarai di RSUD Kabanjahe, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, sebagai rumah sakit milik pemerintah, RSUD Karo memiliki fungsi strategis yang tidak seluruhnya dapat dijalankan oleh rumah sakit swasta. Salah satunya adalah memberikan pelayanan kepada pasien terlantar maupun penanganan jenazah tanpa identitas atau tanpa keluarga.

“Di situlah pemerintah harus hadir. Misalnya ada pasien yang sudah selesai dirawat tetapi tidak memiliki keluarga yang menjemput, atau ada penemuan jenazah tanpa identitas, maka rumah sakit pemerintah yang menangani. Itu merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam pelayanan kesehatan,” katanya.

Kunjungan pasien tinggi, layanan terus ditingkatkan

Dirut RSUD Karo mengamati layanan kesehatan cuci darah yang dimiliki RSUD Karo.(karodaily/nanang)

Jasura mengungkapkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Karo masih sangat tinggi. Setiap hari, jumlah pasien rawat jalan berkisar 300 hingga 400 orang, bahkan pada hari-hari tertentu mencapai 450 pasien. Sementara pasien rawat inap rata-rata mencapai sekitar 60 orang per hari.

Salah satu layanan yang mengalami peningkatan signifikan adalah hemodialisa (cuci darah). Saat ini RSUD Karo melayani 40 pasien aktif, sementara sembilan pasien lainnya masih berada dalam daftar tunggu karena kapasitas pelayanan telah penuh. Akibat keterbatasan tersebut, sebagian pasien dari wilayah Mardinding dan Lau Baleng masih harus menjalani cuci darah di Medan maupun rumah sakit lain.

“Kami berharap kapasitas pelayanan hemodialisa dapat ditingkatkan sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah hanya untuk mendapatkan layanan cuci darah,” ujar Jasura.

Untuk meningkatkan mutu pelayanan, RSUD Karo juga terus memperkuat kapasitas sebagai rumah sakit rujukan, termasuk penanganan HIV/AIDS. Saat ini seorang dokter spesialis jantung tengah mengikuti pendidikan fellowship di China dan ditargetkan kembali pada akhir 2026. Selain itu, rumah sakit telah memiliki dua dokter dengan pendidikan khusus di bidang hemodialisa.

Manajemen juga melakukan berbagai pembenahan pelayanan, salah satunya dengan menambah jadwal praktik dokter spesialis penyakit dalam sehingga pelayanan kini berlangsung di dua poli.

“Kami terus melakukan berbagai upaya agar antrean pasien berkurang dan pelayanan semakin cepat. Tujuan kami sederhana, masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.

UHC tetap jadi andalan, RSUD Baru diharapkan segera terwujud

Poli jantung menjadi salah satu poli yang banyak dikunjungi masyarakat di RSUD Karo.(karodaily/nanang)

Jasura memastikan Program Universal Health Coverage (UHC) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Karo tetap menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di RSUD Karo. Menurutnya, hampir seluruh pasien yang menjalani perawatan merupakan peserta BPJS Kesehatan yang pembiayaannya didukung melalui skema UHC dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Hampir 100 persen pasien kami merupakan peserta BPJS. Bahkan pasien yang sedang dirawat saat ini hampir seluruhnya adalah peserta BPJS. Karena itu, pelayanan UHC harus tetap dipertahankan agar masyarakat tetap memperoleh akses kesehatan tanpa hambatan,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Jasura berharap pembangunan rumah sakit baru di Desa Lingga dapat segera dipercepat. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Karo.

“Bagi kami yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terputus. Apa pun dinamika yang terjadi, masyarakat tetap harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.(karodaily/nanang)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.