Bupati Karo dan Wakil Bupati Karo sambut dua pelajar Karo yang sempat menjalani perawatan di RSCM Jakarta.(ist)
KARODAILY.id, Kabanjahe – Dua siswi korban insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, akhirnya kembali ke Kabupaten Karo setelah menjalani perawatan dan pemantauan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Keduanya tiba di Karo dan disambut Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M.
Kepulangan tersebut dilakukan setelah kondisi kesehatan keduanya menunjukkan perkembangan positif. Selanjutnya, Febiona dan Agnesia menjalani proses pemulihan melalui perawatan rawat jalan dengan tetap mendapatkan pemantauan medis.
Sebelumnya, kedua siswi dirujuk ke RSCM setelah mengalami gangguan kesehatan pascainsiden keracunan MBG di Kabupaten Karo.
Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Dr. Renan Sukmawan, sebelumnya menyampaikan bahwa sejak tiba di RSCM, kondisi keduanya tidak membutuhkan perawatan intensif. Keduanya dirawat di ruang biasa dan masih mampu berkomunikasi serta melakukan kontak dengan baik.
Tim dokter RSCM juga meluruskan informasi mengenai dugaan Febiona mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Dr. Dr. Setyo Handryastuti, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan fungsi ingatan Febiona dalam kondisi baik, baik memori jangka pendek maupun jangka panjang.
Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) juga tidak menunjukkan adanya gangguan pada aktivitas listrik otaknya. Evaluasi neurologis selanjutnya tidak menemukan masalah pada organ otak.
Menurut tim dokter, kondisi yang dialami Febiona mengarah pada paroxysmal non-epileptiform event, yakni serangan yang muncul secara tiba-tiba tetapi bukan epilepsi maupun gangguan organik pada otak.
Dari sisi psikologis, Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja RSCM, Prof. Dr. Dr. Tjhin Wiguna, menyebut hasil evaluasi tidak mendukung dugaan gangguan psikotik. Gejala yang ditemukan lebih mengarah pada beberapa kali serangan panik dalam sekitar satu bulan terakhir.
Tim medis juga menyatakan kondisi kognitif Febiona saat ini baik dan stabil. Ia mampu mengenali waktu, tempat, orang di sekitarnya serta menceritakan kondisi yang dialaminya secara runtut.
Setelah kembali ke Sumatera Utara, kondisi Febiona dan Agnesia akan tetap dipantau melalui koordinasi antara tim dokter RSCM dengan dokter di Sumatera Utara.
Tim RSCM juga mengimbau keluarga, sekolah, masyarakat, dan media memberikan ruang privasi kepada keduanya selama menjalani proses pemulihan agar dapat kembali beraktivitas secara nyaman.
Kepulangan Febiona dan Agnesia menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga dan masyarakat Karo. Keduanya kini diharapkan dapat melanjutkan pemulihan dengan baik, kembali sehat, kembali bersekolah, dan menjalani aktivitas seperti sediakala. (karodaily/rill).