Thursday, 25 June 2026
kontak@karodaily.id
DisasterFokusInternasional

Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela, Korban Jiwa Diperkirakan Bisa Tembus 100 Ribu Orang

KARODAILY.id
Tim penyelamat mencari korban di antara puing bangunan yang ambruk akibat gempa dahsyat di Caracas pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. (Foto: Getty Images/Juan Barreto)

KARODAILY.id, Caracas – Venezuela diguncang dua gempa bumi dahsyat atau gempa kembar pada Rabu (24/06/2026) sore waktu setempat. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), kedua gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 serta terjadi hanya dalam selisih waktu 39 detik.

Dilansir Detik.com, USGS menyebut gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 itu sebagai gempa terbesar yang melanda Venezuela atau wilayah lepas pantainya sejak tahun 1900.

Gempa pertama yang berkedalaman 22 kilometer berpusat sekitar 21 kilometer di sebelah barat Kota Moron, atau sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Caracas. Sementara gempa kedua yang berkedalaman 10 kilometer mengguncang wilayah sekitar 45 kilometer dari pusat gempa pertama.

Saat gempa terjadi, banyak warga berada di rumah karena Venezuela tengah memperingati hari libur nasional yang mengenang kemenangan militer tahun 1821, salah satu peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan negara tersebut dari Spanyol.

“Begitu gempa mulai terasa, kami mendengar orang-orang berteriak. Semua orang berlarian menuruni tangga,” ujar Astrid Ramirez (41), warga Caracas bagian barat, seperti dikutip Reuters.

Kepanikan juga terjadi di berbagai wilayah ibu kota. Warga yang masih mengingat gempa mematikan berkekuatan Magnitudo 6,3 pada tahun 1967 bergegas menyelamatkan diri ketika bangunan-bangunan berguncang hebat.

“Terdengar suara dentuman yang sangat keras. Barang-barang di dalam rumah berjatuhan, termasuk wadah-wadah di dalam kulkas. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya,” kata Coro Martinez (56), warga Caracas bagian timur.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam konferensi pers pada Kamis (25/06/2026) dini hari menyampaikan bahwa sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas dan sekitar 700 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Evakuasi para korban gempa bumi kembar di Venezuela.(ist)

Namun demikian, USGS memperingatkan jumlah korban berpotensi meningkat secara signifikan. Berdasarkan analisis dampak gempa dan tingkat kerentanan bangunan di wilayah terdampak, lembaga tersebut memperkirakan korban jiwa dapat mencapai puluhan ribu orang.

“Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi, dan bencana ini mungkin meluas,” demikian pernyataan USGS.

Dalam penilaian terbarunya, USGS menyebut terdapat peluang sebesar 33 persen jumlah korban jiwa berada pada kisaran 1.000 hingga 10.000 orang. Sementara itu, peluang korban mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang diperkirakan sebesar 42 persen.

USGS menegaskan angka tersebut merupakan estimasi statistik yang digunakan untuk mendukung perencanaan tanggap darurat dan bukan jumlah korban yang telah terkonfirmasi.

Menurut lembaga tersebut, sebagian besar penduduk di wilayah terdampak tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa, terutama bangunan batu bata tanpa penguatan serta konstruksi blok adobe.

“Secara keseluruhan, penduduk di wilayah ini tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa bumi, meskipun ada bangunan yang tahan terhadap gempa. Jenis bangunan yang paling rentan adalah bangunan batu bata tanpa penguatan dan konstruksi blok adobe,” tulis USGS.

Gempa kembar tersebut berpusat di Negara Bagian Yaracuy, sebelah barat Caracas. Wilayah Altamira dan El Paraiso di Caracas dilaporkan mengalami dampak paling parah. Kerusakan juga terjadi di La Guaira dan sejumlah wilayah lainnya di Venezuela bagian tengah.

Sementara itu, laporan CNN yang mengutip insinyur struktur dari MHP Structural Engineers, Kenneth O’Dell, menyebut banyak bangunan di Venezuela merupakan bangunan lama yang dibangun berdasarkan standar konstruksi terdahulu sehingga lebih rentan mengalami keruntuhan saat gempa besar terjadi.

Menurut O’Dell, sebagian besar bangunan tersebut kemungkinan dibangun sebelum awal 1970-an, ketika standar ketahanan gempa belum seketat saat ini.(karodaily).

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.