Monday, 29 June 2026
kontak@karodaily.id
FokusKaro Raya

Pemkab Karo Mantapkan Market Komoditas Hortikultura, Distribusikan 17 Ton Hasil Pertanian ke Kalimantan

KARODAILY.id
Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Ketua dan Pengurus APINDO Karo kembali melepas 17 ton produk hortikultura Karo ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.(ist)

KARODAILY.id, Kabanjahe – Pemerintah Kabupaten Karo terus memantapkan dan mengintensifkan pengembangan market komoditas hortikultura melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karo, pemerintah kembali mendistribusikan sekitar 17 ton produk hortikultura ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (27/6/2026).

Pengiriman kedua menggunakan satu kontainer tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian sekaligus menjaga keseimbangan harga komoditas di tingkat petani melalui pembukaan market baru di luar Sumatera Utara.

Kontainer tersebut memuat beragam komoditas unggulan, di antaranya kol, sawi putih, kentang, wortel, labu siam, cabai merah, cabai rawit hijau, serta berbagai jenis sayuran lainnya. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Karo Antonius Ginting bersama Ketua Apindo Kabupaten Karo Daulatta Ras Ginting, didampingi Wakil Ketua Joey Andart Ginting.

Bupati Karo Antonius Ginting menjelaskan distribusi sekitar 17 ton hasil pertanian itu merupakan bentuk nyata strategi pemerintah daerah dalam memperkuat market komoditas hortikultura sekaligus meningkatkan nilai ekonomi yang diterima petani.

“Puji Tuhan, hari ini kita kembali mengirim hasil bumi Karo ke Palangka Raya. Total sekitar 17 ton komoditas hortikultura diberangkatkan sebagai upaya memperluas pasar bagi petani kita,” katanya sebagaimana dilansir ANTARA.

Menurut Antonius, kerja sama antar daerah tidak hanya berorientasi pada pengiriman produk, tetapi juga menjadi strategi membangun jaringan pemasaran yang lebih luas sehingga harga hasil panen petani tetap terjaga.

Ia menambahkan, Palangka Raya menjadi gerbang awal pengembangan market hortikultura Karo di Pulau Kalimantan. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Karo juga akan membuka peluang kerja sama dengan sejumlah daerah lain, seperti Balikpapan dan Banjarmasin, guna memperluas akses pemasaran komoditas pertanian.

“Ini baru langkah awal. Kami ingin produk hortikultura Karo memiliki market yang semakin luas, kuat, dan berkelanjutan di berbagai daerah,” ujarnya.

Dalam setiap pengiriman, pelaku usaha menyiapkan investasi sekitar Rp200 juta untuk menyerap hasil panen petani sekaligus menanggung biaya distribusi menuju Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan pemerintah daerah berfungsi sebagai fasilitator yang mempertemukan petani dengan pembeli, sedangkan aktivitas niaga dijalankan oleh kalangan pelaku usaha. Dengan jalur distribusi yang lebih efisien, petani diharapkan memperoleh harga jual yang lebih menguntungkan, sementara konsumen di daerah tujuan mendapatkan pasokan hortikultura segar dengan harga yang bersaing.

Melalui pengembangan market komoditas hortikultura ini, Pemerintah Kabupaten Karo berharap skema Kerja Sama Antar Daerah dapat menjadi model pemasaran hasil pertanian yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, serta memperluas jangkauan komoditas unggulan Tanah Karo ke berbagai wilayah di Pulau Kalimantan.(karodaily).

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.