Thursday, 9 July 2026
kontak@karodaily.id
Crime and JusticeFokus

Penjelasan soal Penggeledahan 12 Titik oleh Polri dan Penjagaan TNI Bersenjata di Rumah Jampidsus

Kortas Tipidkor Polri Sita 74 Kg Emas dari Brankas Tersembunyi di Sentul. (Foto/istimewa)

KARODAILY..id, Jakarta – Penggeledahan di 12 titik oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri pada Rabu (8/7/2026) memunculkan perhatian publik.

Dilansir Kompas.Com, Selain karena penyidik menyita uang dalam jumlah besar dan menemukan brankas tersembunyi, perhatian juga tertuju pada penjagaan aparat TNI bersenjata di rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada hari yang sama.

Lantas, apa penjelasan di balik penggeledahan tersebut, lokasi mana saja yang digeledah, apa saja temuan penyidik, dan mengapa rumah Jampidsus dijaga personel TNI?

Penggeledahan dilakukan di 12 titik 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan, penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan berdasarkan dua laporan polisi.

“Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi tentang dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap,” kata Victor di Cipete, Rabu.

Penyidikan berkaitan dengan penanganan perkara PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya periode 2020-2025.

Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana dalam proses penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan penyelenggara negara.

Dalam rangkaian penyidikan tersebut, polisi menggeledah 12 lokasi, yaitu:

1.Cafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.

2.Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan.

3.PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

4.Kantor Pusat PT CBS, Penjaringan, Jakarta Utara.

5.PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat.

6.Rumah berinisial MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan.

7.Rumah berinisial TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

8.Kantor/Grup DMG/CP di Kuningan, Jakarta Selatan.

9.PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

10.Rumah berinisial DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.

11.Apartemen milik perempuan berinisial MILDK di Pacific Place, Jakarta Selatan.

12.Sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

“Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” ujar Budi.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Cafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan.

Di lantai dua yang difungsikan sebagai kantor, penyidik menemukan sebuah ruang tersembunyi di balik lemari kayu.

Di dalam ruangan tersebut terdapat dua brankas, dokumen, koper, serta uang dalam mata uang asing.

Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan, dari restoran itu penyidik menyita 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar Amerika Serikat, serta uang tunai Rp 259.159.000.

“Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar di Restoran de Clan,” ujar Totok.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan dua brankas yang kemudian diangkut menggunakan kendaraan taktis Brimob karena bobotnya yang cukup berat.

Personel TNI tengah berjaga di rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah pada hari Rabu, 8 Juli 2026.(istimewa)

Money changer ikut digeledah Lokasi lain yang digeledah adalah Koin Money Changer yang berada tepat di samping restoran.

Dari lokasi tersebut, penyidik menyita uang senilai sekitar Rp 7,2 miliar dalam 16 jenis mata uang asing serta 71 barang bukti lainnya.

Menurut Budi, money changer tersebut diduga berkaitan dengan perkara yang sedang disidik sehingga turut menjadi objek penggeledahan.

Seluruh uang, dokumen, serta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain menyita barang bukti, polisi juga membawa tiga pegawai Cafe de’Clan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“(Yang dibawa) pegawai saja di kafe, yang ada di lokasi,” kata Totok.

Meski dilakukan penggeledahan, restoran tidak ditutup sepenuhnya.

Polisi hanya menetapkan status quo terhadap lantai dua yang dijadikan kantor, sedangkan operasional restoran di lantai satu tetap berjalan.

“Untuk operasional tetap kami kembalikan kepada pihak manajemen untuk operasional di lantai satu. Tapi di lantai dua itu berupa kantor, itu yang kami lakukan status quo,” ujar Budi.

Rumah di Sentul juga ditemukan uang dan emas 

Selain di Jakarta, penggeledahan dilakukan di sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.

Di lokasi itu, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik panel kayu dinding. Dari dalamnya, polisi menyita uang dalam pecahan dollar Singapura dan dollar Amerika Serikat, serta 74 kilogram emas.

Menurut Budi, nilai keseluruhan uang dan emas yang ditemukan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Namun, hingga kini polisi belum merinci asal-usul aset tersebut maupun keterkaitannya dengan perkara yang sedang disidik.

Mengapa rumah Jampidsus dijaga TNI? 

Di tengah rangkaian penggeledahan tersebut, rumah dinas Jampidsus Febrie Adriansyah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga menjadi sorotan.

Sedikitnya sekitar 20 personel TNI terlihat berjaga di depan rumah dinas tersebut. Sejumlah kendaraan dinas TNI juga terparkir di sekitar lokasi.

Penjagaan itu berdampak pada arus lalu lintas karena portal menuju Jalan Radio V sempat ditutup pada malam hari sehingga kendaraan harus mencari jalur alternatif.(karodaily).

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.